Pelayanan Gizi Pasien Rawat inap dan Rawat Jalan

Pelayanan Gizi Pasien Rawat inap dan Rawat Jalan

Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) merupakan bagian integral dan kesehatan Paripurna Rumah Sakit dengan beberapa kegiatan, antara lain Gizi Rawat inap dan Rawat Jalan. Pelayanan Gizi Rawat inap dan Rawat jalan adaIah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan melalui makanan sesuai penyakit yang diderita.


1 . 1 Proses Pelayanan Gizi Rawat map dan Rawat Jalan 
Proses Pelayanan Gizi Rawat inap dan Rawat Jalan terdiri atas empat tahap, yaitu: 
(1) asesmen atau pengkajian gizi; (2) perencanaan pelayanan gizi dengan menetapkan tujuan dan strategi; (3) implementasi pelayanan gizi sesuai rencana; (4) monitoring dan evaluasi pelayanan gizi. Proses pelayanan gizi rawat inap dan rawat jalan dapat dilihat pada Gambar 1.1


1.1.1       1.1.1  Asesmen atau Pengkajian Gizi
Setelah pasien dirawat selama 1 sampai 3 hari atau mengunjungi klinik rawat jalan. perlu dilakukan asesmen awal atau Skrining kepada pasien untuk mengetahui apakah ia membutuhkan asuhan gizi secara khusus. Skrining ini dilakukan sekali dalam I sampai 2 minggu untuk rnencegah terjadinya keadaan gizi salah 
Skrining gizi dapat dilakukan dengan cepat dan sederhana oleh perawat atau di etisien. Yang perlu diperhatikan adalah ada tidakna riwayat. Perubahan berat badan yang berarti. Perubahan berat badan sebanyak lebih dan ±10% dalam waktu singkat


menyatakan diperlukanny a asesmen lanjut . Informasi yang perlu dikumpulkan dalam asesmen awal mi dapat dilihat pada Tabel 1.1, sedangkan contoh formulir pada Lampiran 1.1. Data asesmen awal dapat cliambil dari rekam medik dan/atau sebagai hasil wawancara Iangsung dengan pasien. Asesmen lanjut dilakukan kepada pasien yang membutuhkan pelayanan gizi secara khusus. Data yang dikumpulkan adalah data sosial ekonomi, antropometri, laboratorium, riwayat kuantitatif gizi, dan hasil pemeriksaan klinik . hasil asesmen yang berupa masalah gizi dan saran dikomunikasikan kepada anggota tim asuhan gizi lain secara lisan dan/atau tertulis di dalam rekam medik.
a. Data sosial ekonomi
-Latar belakang suku, agama, dan sebagainya.
-Keadaan ekonomi.
Data ini dikaitkan dengan status gizi pasien.
b. Data antropometri
-Berat Badan, Tinggi Badan, Berat Badan Ideal menurut indeks
Massa Tubuh (IMT), Dan perubahan berat badan yang
Tebal Lemak Bawah Kulit  (triseps dan subskapular)
Lingkar Lengan Atas (LLA)
C. Data laboratorium
-Biokimia darah, urine, dan jaringana yang berkaitan dengan status protein, zat besi, gula, penyakit ginjal, hati, jantung, dan sebaginya.

d. Data medik
-Riwayat medik: kemungkinan pengaruh penyakit yang lalu, terapi, pembedahan, radiasi, kemoterapi atau tindakan lain terhadap kebutuhan, asupan, pencernaan, absorpsi, dan metabolisme zat gizi.
-Hasil pemeriksaan yang berkaitan hal-hal yang dapat mempengaruhi status gizi.
e. Data riwayat gizi atau diet
- Food recall 24 jam terakhir.
- Frekuensi konsumsi makanan
- Catatan konsumsi makanan selama 3 hari
- Penggunaan suplemen zat gizi
- Pengetahuan tentang gizi
- Sikap terhadap makanan
- Alergi terhadap makanan
- Aktivitas fisik
- Penggunaan obat
Data gizi kemudian disimpulkan dalam bentuk kecukupan
sesuai kebutahan dan masalah lain yang ditemukan berkaitan
Contoh formulir pengumpulan data gizi dapat dilihat pada
1.1.2  Perencanaan Pelayanan Gizi Rawat inap dan Rawat Jalan
Berdasarkan masalah gizi yang diidentifikasi melalui tahap asesmen maka ditetapkan rencana pelayanan gizi yang meliputi penetapan diet (preskripsi diet), tujuan diet, dan strategi mencapai tujuan.
Contoh: Pasien Diabetes Melitus dengan kelebihan berat badan.
Tujuannya adalah untuk :
(1) Menurunkan glukosa darah hingga mencapai batas normal dalam waktu 1 bulan.
(2) Menurunkan berat badan secara bertahap hingga mencapai batas normal dalam waktu 3 bulan.
(3) Mampu memilih jenis dan jumlah makanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Strategi yang dilakukan adalah menetapkan preskripsi diet yang tepat; menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi, selera makan, dan kemampuan pasien untuk menerimanya (hanya bagi pasien rawat inap); memberikan penyuluhan dan konsultasi diet termasuk cara penerapan diet dirumah pada pasien dan keluarganya. Rencana diet mencakup makanan yang diberikan per oral, enternal, dan parenteral.

Preskripsi diet menyatakan jenis diet seperti yang tercantu  dalam Penuntun Diet. Dalam keadaan khusus, diet disusun secara individual dengan mencantumkan kebutuhan energi dan zat-zat gizi, bentuk makanan, frekuensi dan jadwal pemberian, serta besar porsi. Selain diolah sendiri, makanan dapat diolah dan formula-formula khusus yang diperoleh dan makanan kemasan yang banyak beredar di pasaran.


1.1.3 Implementasi Pelayanan Gizi
Implementasi pelayanan gizi hendaknya sesuai dengan rencana yang disusun dalam hal penyediaan diet yang tepat secara oral, enteral, atau parenteral pengukuran biokimia darah dan urine yang diperlukan, pengukuran antropometri, serta penyuluhan dan konsultasi gizi yang sesuai.


1.1.4 Monitoring Jan Evaluasi

implementasi pelayanin gizi dimonitor dan dievaluasi yaitu nilai biokimia darah dan urin, antropometri, asupan makanan, perkembangan penyakit secara keseluruhan, sikap terhadap makanan, dan pengetahuan tentang diet yang harus dijalani. 
Bila hasil evaluasi menunjukkan bahwa tujuan tidak tercapai, atau timbul masalah baru, maka dilakukan peninjauan kembali terhadap tiap tahap proses pelayanan gizi pasien rawat inap dan rawat jalan. 
Tatalaksana gizi di ruang rawat inap dan rawat jalan secara lengkap yang disusun oleh Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI).

1.2 Pelayanan Kesehatan Paripurna di Rumah Sakit
Pada pelayanan kesehatan paripurna di rumah sakit, terlibat tiga jenis asuhan (care) yang pelaksanaannya dilakukan melalui kegiatan pelayanan (service). 
Ketiga jenis asuhan ini adalah: 
(1) Asuhan Medik (Medical Care) (pengobatan, pembedahan, dan sebagainya). 
(2) Asuhan Keperawatan (Nursing Care) (berbagai kegiatan perawatan) 
(3) Asuhan Gizi (Nutritional Care) (pemberian zat gizi optimal sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien)


Ketiga jenis asuhan tersebut mempUflY peranan masing-masing tapi Saling terkait dan berpengaruh.
1.2.1 Asuban Gizi
Dalam upaya pernenuhan zat gizi yang optimal pada pelaksanaan asuhan gizi diperlukan keterlibatan dan kerjasama yang erat antar berbagai profesi terkait yang bergabung dalam tim asuhan gizi. Profesi yang terlibat adalah dokter, perawat, dietisien, dan profesi kesehatan lainnya sebagal pendukung seperti farmakolog, ahli patologi kilnik, radiologi, rekam medik, dan administrasi. Tiap anggota tim memberi sumbangan spesifik sesuat dengan keahliannya, yang di terapkan saling mengisi dalam upaya memberikan asuhan gizi yang optimal. Agar efektif, diperlukan koordinasi yang baik melalui komunikasi secara teratur, baik secara tertulis melalui rekam medik , secara lisan melalui diskusi sewaktu waktu, atau melalui kunjungan keliling (ronde) bersama yang dilakukan secara periodik. Tim asuhan gizi ini dibentuk di setiap unit rawat inap.
Upaya pemenuhan kebutuhan gizi untuk pasien rawat inap dilakukan melalui pelayanan gizi dengan penyediaan makanan atau diet. Bagi sejumlah pasien dengan penyakit berat (critically ill patients), upaya pelayanan gizi tersebut tidak dapat dilaksanakan, karena berbagai keterbatasan pada penerimaan, pencernaan, dan penyerapan berbagai makanan (zat gizi). Untuk pasien demikian, diperlukan pelayanan gizi dengan pemberian makanan enteral (enteral feeding) atau makanan parenteral (parenteral feeding) yang dikenal sebagai pemberian gizi pendukung (nutritional support) . Selain itu, mungkin diperlukan pemberian zat gizi pelengkap (suplemen) dalam bentuk beraneka jenis vitamin dan mineral.
Peranan beberapa anggota tim asuhan gizi adalah sebagai berikut:
(1)   Dokter
Dokter berperan sebagai ketua tim asuhan gizi, yang bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Ia menegakkan diagnosa dan menetapkan terapi secara keseluruhan, member penilaian akhir tentang status gizi pasien, menetapkan preskripsi diet, dalam mengirim pasien ke dietisien untuk penyuluhan dan konsultasi gizi. Ia melakukan evaluasi tentang pelayanan gizi yang diberikan berdasarkan masukan dari dietisient dan perawat serta melakukan perubahan diet bila diperlukan.

(2) Perawat
Perawat merupakan penghubung utama antara pasien dengan anggota tim lain, karena adanya kontak Secara terus-menerus dengan pasien. Ia melakukan pemesanan makanan atau diet ke dapur sesuai preskripsi diet yang sudah ditetapkan. Ia mengamati pasien sewaktu makan, melaporkan tentang penerimaan pasien terhadap diet yang diberikan, apakah habis dimakan atau tidak, kemungkinan adanya masalah dengan defekasi atau hal-hal lain yang berkaitan dengan makanan atau diet yang diberikan. Ia bertanggung jawab dalam pemberian makanan per oral, enteral, maupun parenteral, dan memberi laporan secara lisan dan/atau tertulis tentang kemungkinan akibat yang kurang baik karena pemberian makanan tersebut. Ia memberi penjelasan secara garis besar kepada pasien dan keluarganya tentang makanan atau diet yang diberikan.
(2)   Dietisien
Dietisien adalah orang yang mempunyai keahlian khusus tentang hubungan antara makanan, zat-zat gizi, kesehatan, dan penyakit. Ia mengkaji asupan makanan dan zat-zat gizi pasien serta kemungkinan hubungannya dengan keadan kesehatan dan penyakit pasien. Berdasarkan hasil pengkajian (asesmen) status gizi pasien, ia memberi masukan kepada dokter tentang kemungkinan terapi diet yang perlu diberikan. Ia bertanggung jawab dalam menerjemahkan preskripsi diet ke dalarn menu makanan yang memenuhi syarat diet serta selera makan sehingga dapat diterima pasien, baik dalam bentuk makanan per oral atau enteral (sonde). Ia rnelakukan monitoring dan evaluasi terhadap efek diet yang diberikan, baik secara oral, enteral, maupun parenteral, dan mengkomunikasikannya secara lisan dan/atau tulisan ke anggota tim lain. Ia memberikan masukan kepada dokter tentang produk-produk diet atau suplemen gizi yang ada di pasaran, baik yang berkaitan dengan ketersediaan, komposisi, kegunaan dan kesesuaiannya untuk keadaan tertentu. Ia juga memberi konsultasi dan penyuluhan diet kepada pasien dan keluarganya sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.
(4) Farmakolog
Farmakolog adaiah orang yang bertanggung jawab terbadap obat-obatan dan cairan parenteral yang dibutuhkan. Ia memberi masukan tentang sifat-sitat farmakokinetik obat, metabolisme obat, interiksi antara obat dengan obat, serta interaksi antara obat dengan zat gizi. Ia memberi masukan tentang produk-proroduk enteral dan parenteral yang ada di pasaran serta menyiapkan cairan parenteral yang ditetapkan ia melakukan monitoring dan evaluasi terhadap cairan parenteral pendukung yang digunakan dan mengusulkan perubahan bila perlu.

(5) ahli patoligi klinik
Ahli patologi klinik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pemeriksaan biokimiawi yang dilakukan terhadap pasien. Ia member masukan tentang jenis pemeriksaan yang perlu dilakukan, kebijakan monitoring, dan evaluasi terhadap hasil pemeriksaan biokimia.

1.3  komite atau panitia asuhan gizi rumah sakit
komite atau panitia asuhan gizi rumah sakit merupakan wadah yang mengarahkan, mengkoordinasi, dan mempersatukan kegiatan semua profesi yang terlibat dalam proses asuhan gizi, seperti prifesi kedokteran yang mewakili semua departemen kedokteran,profesi keperawatan, gizi atau dietisien, faarmasi, patologi klinik, rekam medic, dan rumah tangga.komite atau panitia ini diketuai oleh direktur rumah sakit. Tugas komite atau panitia asuhan gizi antara lain adalah:
1)      melakukan inventarisasi sistem dan masalah asuhan gizi yang ada.
2)      Menyusun prosedur baku pada pengkajian status gizi, tindakat terapi gizi, pemantauan, dan evaluasi asuhan gizi, serta petunjuk pelaksanaannya.
3)      Melakukan pemantauan dan evaluasi asuhan gizi
4)      Membantu menyelesaikan masalah asuhan gizi yang ada.


Sindrom gawat pernapasan akut

    sindrom Gawat Pernapasan Akut (Sindroma Ga wat Pernapasan Dewasa) adalah suatu jenis kega- galan paru-paru dengan berbagai kelainan, yang menyebabkan terjadinya pengumpulan cairan di paru-paru (edema paru).
      Sindrom gawat pernapasan akut merupakan keadaan darurat medis yang dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya memiliki paru-paru yang normal. Sekalipun disebut sindrom gawat pernapasan akut dewasa, keadaan ini juga dapat terjadi pada anak-anak.


Penyebab
   Penyebab sindrom gawat pernapasan akut bisa penyakit apa pun, yang secara langsung maupun tidak melukai paru-paru, antara lain:
- Infeksi berat dan luar (sepsis)
-Pneumonia
-Tekanan darah yang sangat rendah (syok)
-Terhirupnya makanan ke dalam paru (menghirup muntahan dari lambung)
-Transfusi darah dalam jumlah banyak
-Kerusakan paru-paru karena menghirup oksigen konsentrasi tinggi
-Emboli paru
-Cedera pada dada
-Luka bakar hebat
-Tenggelam
-Operasi bypass kardiopulmoner
-Peradangan pankreas (pankreatitis)
-Overdosis obat, seperti heroin, metadon, propoksifen, atau aspirin
-Trauma hebat
Gejala
    sindrom gawat pernapasan akut terjadi dalam kurun waktu 24-48 jam setelah kelainan dasarnya berlangsung, Awalnya penderita akan mengalami sesak napas, biasanya berupa pernapasan yang cepat dan dangkal. Akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah, kulit terlihat pucat atau biru, dan organ lain seperti jantung dan otak akan mengalami kelainan fungsi. Kehilangan oksigen yang berlangsung lama bisa menyebabkan terjadinya komplikasi yang serius, seperti gagal organ vital. Selain itu, gejala-gejala pneumonia bisa timbul karena penderita tidak mampu melawan infeksi; mereka biasanya menderita pneumonia bakterial Adapun gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
-Cemas, merasa ajalnya hampir tiba
-Tekanan darah rendah atau syok (tekanan darah rendah disertai kegagalan organ lainnya)
-Penderita sering kali tidak mampu mengeluhkan gejalanya karena tampak sangat sakit
Diagnosis
     Pada pemeriksaan fisik dengan stetoskop akan terdengar bunyi pernapasan abnormal seperti ronki atau wheezing, Tekanan darah sering kali rendah sehingga kulit, bibir, serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis) akibat kekurangan oksigen. Pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk mendiagnosis sindroma gawat pernapasan akut:
-Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang seharusnya terisi udara)
-Analisis gas darah arteri
-Hitung jenis darah dan kimia darah
-Bronkoskopi


Pengobatan
     Penderita yang terserang sindrom gawat pernapasan akut dirawat di unit perawatan intensif di rumah sakit. Pemberian oksigen sangat penting untuk mengoreksi kadar oksigen darah, sering kali diberikan oksigen dalam konsentrasi tinggi (mung kin diperlukan oksigen 100%).
     Bila pemberian oksigen dengan sungkup muka tidak berhasil mengatasi masalahnya, maka harus digunakan alat bantu pernapasan (ventilator). Ventilator menyalurkan oksigen menggunakan tekanan melalui pipa yang dimasukkan ke hidung, mulut, atau trakea. Tekanan ini membantu memasukkan oksigen ke dalam darah.
       Tekanan yang diberikan dapat disesuaikan untuk membantu saluran napas yang kecil (alveoli) tetap terbuka, juga untuk memastikan agar paru paru tidak menerima konsentrasi yang berlebihan karena hal tersebut dapat merusak paru-paru dan memperberat sindrom ini.
     Pengobatan suportif lainnya, seperti pemberian cairan atau makanan intravena (melalui infus), juga penting karena penderita bisa mengalami dehidrasi atau malnutrisi yang bisa mengarah pada berhentinya fungsi organ tubuh. Keadaan ini disebut sebagai kegagalan organ multipel.
     Obat-obatan khusus diberikan untuk mengobati infeksi, mengurangi peradangan, dan membuang cairan dari dalam paru-paru. Untuk infeksi bakteri diberikan antibiotik.
Prognosis
    Angka kematian cukup tinggi, bahkan bisa mencapai di atas 40%. Penderita yang bereaksi baik terhadap pengobatan, biasanya akan sembuh total, dengan atau tanpa kelainan paru-paru jangka panjang.
    Pada penderita yang menjalani terapi ventilator dalam waktu yang lama cenderung akan terbentuk jaringan parut di paru-parunya, tetapi jaringan parut tertentu akan membaik kembali beberapa bulan setelah ventilator dilepas.
Baca juga

Polip Hidung


Polip Hidung



Polip hidung adalah pertumbuhan selaput lendir hidung yang bersifat jinak.
Penyebab
Penyebab terjadinya polip tidak diketahui, tetapi sejumlah polip tumbuh Karena ada pembengkakan akibat infeksi. Adapun polip sering ditemukan pada penderita :
  • Rinitis alergika
  • Asma
  • Sinusitis kronis
  • Fibrosis kistik
Gejala
Polip biasanya tumbuh didaerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah disekitar lubang sinus pada rongga hidung. Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata, dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan.
Polip menyebabkan penyumbatan hidung, karena itu penderita sering kali mengeluh adanya penurunan fungsi indra penciuman. Karena indra perasa berhubungan dengan indra perciuman, maka penderita juga dapat mengalami penurunan fungsi indra perasa.
Polip hidung juga biasa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung. Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunnya lendir didalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada dalam sinus bias mengalami infeksi, dan akhirnya menyebabkan terjadinya sinusitis. Pada anak-anak, polip akan menyebabkan suara menjadi sengau sehingga mereka harus bernapas melalui mulut.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan fisik.
Pengobatan
Obat semprot hidung yang mengandung kortikosteroid dapat diberikan dan dapat memperkecil ukuran polip, bahkan menghilangkannya.
Pembedahan juga bias menjadi pilihan jika :

  •   Polip menghalangi saluran pernapasan
  •  Polip menghalangi saluran/ drainase sinus, yang sering menyebabkan terjadinya infeksi sinus
  •  Polip berhubungan dengan tumor

Polip cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol atau tidak diobati. Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung kartikosteroid bias memperlambat atau mencegah kekambuhan. Namun jika kekambuhan bersifat berat, sebaiknya dilakukan pembedahan intuk memperbaiki drainase sinus dan membuang jaringan yang terinfeksi.

penyakit pneumonia

Sumber gambar : www.emedicinehealth.com


pneumonia adalahpneumonia eradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur.

penyebab penyakit pneumonia
pneumonia disebabkan oleh :
  • bakteri (kebanyakan menyebabkan pneumonia pada orang dewasa), antara lain streptococcus pneumonia, stapbylococcus aureus, legionella, bemopbilus influenza.
  • virus, virus influenza, cacar air (cbicken pox)
  • organisme yang serupa dengan bakteri,micoplasma pneumonia (terutama menyerang pada anak anak dan dewasa muda)
  • jamur jenis tertentu 
adapun cara mikro organisme tersebut sampai ke paru-paru melalui :
  • inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara
  • aliran darah, dari infeksi di organ tubuh lainnya
  • migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru
faktor resiko penyakit pneumonia
      beberapa orang yang cenderung rentan terserang pneumonia :
  • peminum alkohol
  • perokok
  • penderita diabetes
  • penderita gagal jantung
  • penderita penyakit paru obstruktif menahun (PPOM)
  • gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan,)
  • gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS)
pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan dibagian perut)
atau cedera ( terutama di bagian dada ), sebagai akibat dari dangkalnya pernapasan, gangguan terhadap kemampuan batuk, serta lendir yang tertahan terutama oleh stapbylococcus aureus, pneumokokus, hemopbilus influenza, atau kombinasi ketiganya. 
          Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, dan kebanyak oleh bakteri streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Sementara itu, pneuminia pada anak paling sering disebabkan oleh virus pernapasan an puncaknya terjadi pada usia 2-3 tahun. Pada usia sekolah. Pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri mycoplasma pneumoniae.
           Pneumonia dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara perolehannya, yang dapat digolongkan kedalam fua kategori, yaitu "community-acquired" (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya). Pneumonia yang didapat di luar institusi kesehatan kebanyakan disebabkan oleh streptococcus pneumoniae. Pneumonia yang diperoleh dirumah sakit cenderung lebih serius karena pada saat menjalani perawatan dirumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi sering kali mengalami penurunan dan terdapat kemungkinan terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik.


Gejala penyakit pneumonia 

        gejala gejala yang bisa mincul :

 » batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan, atau seperti nanah.
 » nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik napas dalam atau batuk).
 » menggigil
 » demam
 » mudah lelah
 » sesak napas
 » sakit kepala
 » nafsu makan berkurang
 » mual dan muntah
 » tidak enak badan
 » sendi dan otot kaku
 » kulit lembab
 » batuk darah
 » pernapasan cepat
 » cemas, stress, tegang
 » nyeri dibagian perut

Diagnosis penyakit pneumonia

        Pada pemeriksaan dada dengan stetoskop akan terdengar suara ronki (bunyi napas kasar). Pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan :

 » rontgen dada
 » pembiakan darah
 » perhitungan jenis darah
 » analisis gas darah arteri


Pengobatan penyakit pneumonia

         Kepada penderita yang penyakitnya tidak tetlalu berat bisa diberikan antibiotik per-oral dan penderita harus beristirahat dirumah. Penderita yang lebih tua dan penderita dengan sesak napas, penyakit, atau penyakit paru paru lainnya, harus dirawat dirumah sakit dan diberi antibiotik melalui infus. Mungkin perlu diberikan oksigen tambahan, cairan intravena, danalat bantu pernapasan mekanik. Sebaguan besar penderita akan memberikan respons tterhadap pengobatan dan keadaannya membaik m waktu 2 minggu.


Pencegahan penyakit pneumonia

         Untuk orang-orang yang rentan terserang pneumonia, disarankan untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan, seperti latihan pernapasan dalam yang berguna untuk dapat membuang dahak. 
         Selain itu, vaksinasi dapat membantu mencegah sejumlah jenis pneumonia pada anak-anak dan orang dewasa yang beresiko tinggi menderitanya. Vaksinasi tersebut antaralain :

 » vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena streptococcus pneumoniae)
 » vaksin flu
 » vaksin HIB (untuk mencegah pneumonia karena haemopbilus influenzae type b)

penyakit pilek atau flu


sumber gambar : www.onlinehealthissues.com


Pilek/flu  atau common cold adalah suatu infeksi virus pada selaput lendir hidung,sinus,dan saluran napas besar.

Pentebab pilek
Berbagai virus dapat menyebabkan terjadinya pilek, antara lain:
·         Picornavirus (contohnya rhinovirus)
·         Virus influenza
·         Virus sinsial pernapasan
Ketiganya mudah ditularkan melalui ludah yang dibatukkan atau dibersinkan oleh penderita.
                Belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang lebih mudah tertularpilek pada suatu saat dibandingkan waktu lainnya. Kedinginan tidak menyebabkan pilek atau meningkatkan resiko penularan. Kesehatan penderita secara umum dan kebiasaan makan seseorang tampaknya juga tidak memengaruhi hal tersebut.
                Kelompok yang secara pasti lebih mudah tertular adalah orang orang yang:
·         Memiliki kelainan pada hidung atau tenggorokan ( misalnya pembesaran amandel)
·         Kelelahan atau stress emosional yang dapat menurunkan daya tahan tubuh
·         Alergi dihidung atau tenggorokan
·         Wanita pada pertengahan siklus menstruasi

Gejala pilek
Gejala mulai timbul dalam waktu satu sampai 3 hari setelah terinfeksi. Biasanya gejala awal berupa rasa tidak enak dihidung atau tenggorokan. Kemudian pendaeri mulai bersin-bersin, mengalami hidung meler, dan merasakan sakit jaringan. Umumnya tidak timbul demam, tetapi demamnya ringan bias muncul pada saat terjadinya gejala.
                Pada awaalnya hidung mengelurkan cairan yang encer dan jernih dalam jumlah yang sangat banyak sehingga mengganggu penderita. Selanjutnya sehingga sekret hidung menjadi lebih kental, berwarna kuning-hijau, dan jumlahnya tidak terlalu banyak
                Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 Hari meskipun bstuk dengan atau tanpa dahak seringkali berlangsung hingga minggu kedua

Komplikasi pilek
                Komplikasi dapat memperpanjang gejala berikut ini:
·         Infeksi saluran napas ( trakea) disertai sesak di dada dan rasa terbakar
·         Gangguan pernapasan yang lebih berat terjadi pada penderita bronchitis atau asma yang menetap
·         Infeksi bakteri pada telinga atau sinus

Diagnosis pilek
                Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala gejala yang mincul

Pengobatan pilek
                Diusahakan penderita selalu dalam keadaan hangat dan nyaman. Bila terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus beristirahat dengan menjalani tirah baring dirumah.
                Minum banyak cairan akan membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih mudah dikeluarkan. Untuk meringankan nyeri atau demam pada anak anak maupun orang dewasa, bisa dibrikan parasetamol, asetaminofen, atau ibuprofen.
                Pada penderita dengan riwayat elergi, pemberian antihistamin bisa membantu mengeringkan hidung yang meler terus menerus. Alternative lainnya adalah memberikan obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
                Menghirup uap atau kabut dari vaporizer dapat membantu mengencerkan secret da mengurangi sesak didada. Selain itu, mencuci ringga hidung dengan larutan garam isotonic dapat membantu mengeluarkan secret yang kental. Akan tetapi, batu meupakan satu satunya cara untuk membuang secret dan debris dari saluran napas. Oleh karena itu, senaiknya batuk tidak diobati, kecuali jika sangat menggangu  dan menyebabkan penderita susah tidur. Jika batunknya hebat, bias diberikan obat anti- batuk.
                Adapun antibiotic tidak efektif untuk mengobati common cold . antibiotic hanya diberikan jika terjadi infeksi sekunder oleh bakteri, yaitu jika sekretnya berwarna kuning atau hijau.

Pencegahan pilek
                Antibody yang terbentuk ketika seseorang terserang pilek akan menurun setelah beberapa waktu dan virus penyebab pilek jumlahnya sangat banyak, sehingga kita terserang pilek dari waktu-waktu, sepanjang hidup kita. Vaksin yang efektif untuk setiap jenis virus pilek belum ditemukan

                Tindakan pencegahan yang terbaik adalah menjaga kebersihan. Banyak virus common cold ditularkan melalui kontak dengan ludah oeaang yang terinfeksi.oleh karena itu,untuk mengurangi penularan sebaiknya sering-seringlah mencuci tangan,membuang tisu kotor pada tempatnya,serta membersihkan permukaan barang-barang.  

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)



assalamualaikum wr.. wb.

1. PENGERTIAN Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)

       sesuai judul kita pada kali ini saya akan menerbitkan satu artikel lagi yang berjudul Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) nah langsung saja kita ke pembahasannya.

       Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) adalah suatu penyakit paru akibat penyumbatan menetap pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh emfisema atau bronkitis kronis. PPOM lebih sering menyerang laki-laki dan sering terjadi pada suatu keluarga, sehingga diduga faktor keturunan dapat berperan menimbulkan penyakit ini.

      bekerja dilingkungan yang tercemar oleh asap kimia atau debu dapat meningkatkan resiko terjadinya PPOM. namun pengaruh kebiasaan merokok lebih besar lagi, dimana sekitar 10-15% perokok menderita PPOM.

2. PENYEBAB Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)
     ada dua penyebab penyumbatan aliran udara pada penyakit ini, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Emfisema adalah suatu pelebaran kantong udara kecil (alveoli) di peru-peru yang disertai dengan kerusakan pada dindingnya. dalam keadaan normal, sekumpulan alveoli yang terhubung ke saluran napas kecil (bronkioli) membentuk struktur yang kuat dan menjaga saluran pernapasan tetapp terbuka. pada emfisema, dinding alveoli mengalami kerusakan sehingga bronkioli kehilangan struktur penyangganya. dengan demikian, ketika udara dikeluarkan, bronkioli akan mengerut. struktur saluran udara mengenpit dan sifatnya menetap.

     tubuh menghasilkan protein alfa-1-antitripsin yanag berperan penting dalam mencegah kerusakan alveoli oleh neotrofil estalase. ada suatu penyakit keturunan yang sangat jarang terjadi dimana seseorang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit alfa-1-antitripsin sehingga mempermudah terjadinya emfisema, terutama pada awal usia pertengahan (terutama terjadi pada perokok).

     bronkitis kronis adalah bentuk menahun yang menetap, yang disertai dengan pembentukan dahak. pada saluran napas kecil terjadi pembentukan jaringan parut, pembengkakan lapisan, penyumbatan persial oleh lendir, dan kontransi pada otot polosnya, sehingga terjadi penyempitan. dan jika terdapat zat zat iritan, akan menyebabkan peradangan pada alveoli tersebut. jika peradangan ini berlangsung lama, maka dapat menyebabkan terjadinya kerusakan yang menetap. pada alveoli yang meradaang, akan terkumpul sel-sel darah putih yang akan menghasilkan enzim-enzim (terutama neutrofil elastase), yang akan merusak jaringan penghubung didalam dinding alveoli.

     merokok akan mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada pertahanan peru-paru, yaitu dengan cara merusak sel-sel sepeti rambut (silia) yang secara normal membawa lendir kemulut dan membantu mengeluarkan bahan-bahan beracun.

3. GEJALA Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)
     gejala-gejala awal PPOM, yang bisa muncul setelah 5-10 tahun merokok, adalah batuk yang berlendir. batuk biasanya ringan dan sering dianggap sebagi batuk normal seorang perokok.

     selain itu, sering terjadi nyeri kepala dan pilek. selama pilek dahak menjadi kuning atau hijau karena ada nanah akibat infeksi sekunder oleh bakteri. setelah beberapa lama gejala tersebut akan semakin sering dirasakan. mengi/bengek pun bisa tumbul sebagai salah satu gejala PPOM.

    pada usia sekitar 60 tahun sering timbul sesak napas ketika bekerja dan bertambah parah secara perlahan akhirnya sesak napas akan dirasakan ketika melakukan kegiatan rutin sehari-hari, seperti dikamar mandi, mencuci pakaian, berpakaian, dan menyiapkan makanan. sekitar 30% penderita mengalami penurunan berat badan karena setelah selesai makan mereka sering mengalami sesak napas yang berat sehingga penderita sering tidak mau makan.

    gejla lain yang mungkin menyertai adalah pembengkakan pada kaki akibat gagal jantung pada stadium akhir bisa terjadi sesak napas berat, yang bahkan timbul ketika penderita tengah beristirahat, yang mengindikasikan adanya kegagalan pernapasan yang akut.

4. DIAGNOSIS Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)
    pada PPOM yang ringan mungkin tidak ditemukan kelainan selama pemeriksaan fisik, kecuali terdengar sejumlah suara mengi pada pemeriksaan menggunakan stetoskop. suara napas pada stetoskop juga terdengar lebih keras. biasanya hasil rotgen dada terlihat normal.untuk menunjukkan adanya sumbatan aliran udara dan untuk menegakkan diagnosis dilakukan pengukuran volume penghembusan napas dalam satu detik dengan menggunakan spirometri. pada PPOM akan terjado penurunan aliran udara selama penghembusa napas. jika PPOM terjadi pada usia muda, dicurigai terjadi kekurangan alfa-1-antitripsin sehingga perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar alfa-1-antitripsin secara lebih spesifik.

5. PENGOBATAN Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM) 
     
    karena merokok merupakan penyebab kebanyakan kasus PPOM, pengobatan utama adalah berhenti merokok. menghentikan kebiasaan merokok saat penyumbatan aliran udara masih tergolong ringan atau sedang, akan memperlambat timbulnya sesak napas. sebenarnya, semakin cepat berhenti merokok pada stadium manapun dari penyakit ini kan memberikan banyak keuntungan. penderita juga harus menghindari pemaparan terhadap bahan iritan lainnya diudara.
     penyebab penyumbatan aliran udara yang bisa diperbaiki adalah kontraksi otot, peradangan, dan peningkatan jumlah lendir.
     kontraksi otot dapat dikurangi dengan memberikan obat pelebar saluran napas (bronkodilator), termasuk agonis reseptor beta-adrenergik (albuterol inhaler) dan theopilin per-oral kerja lambat melalui mulut. peradangan bisa dikurangi dengan memberikan kortikosteroid, tetapi hanya 20% penderita yang merespon obat ini. sementara itu, untuk mengurangi kekentalan lendir sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk belum diketahui dengan pasti pengobatannya, tetapi menghindari dehidrasi dapan mencegah pengentalan lendir. karena itu minumlah cairan yanag cukup untuk menjanga terpenuhinya kebutuhan air. pada PPOM yang berat, tetapi pernapasan bisa membantu menghilangkan lendir di dada.

      terapi untuk mengatasi kekambuhan (eksaser-basiakut) dilakukan dengan cara :  

  • pemberian anti biotika : ampisilin 4 x 250 - 500 mg sehari atau eritromisin 4 x 500 mg sehari, karna umumnya kekambuhan terjadi akibat H. influenza dan S.pneumonia. dapat pula diberikan antibiotika lain sesuai indikasi, seperto amoksilin, kontrimoksasol, doksisiklin, dan lain sebagainnya.
  • terapi oksigen jangka panjang  akan memperpanjang jangka usia hidup penderita PPOM berat dan penderita dengan kadar oksigen darah yang sangat rendah.oksigen diberikan 12 jam sehari. hal ini akan mengurangi kelebihan sel darah merah yang terjadi akibat menurunya kadar oksigen dalam darah, memperbaiki fungsi mental dan memperbaiki gagal jantung akibat PPOM. tetapi oksigen juga dapat memperbaiki sesak napas selamaa beraktivitas.
pengobatan PPOM lainnya adalah melalui progran latihan. adapun program latihan tersebut bisa dilakukan dirumah dan dapat meningkatkan kualitas hidup serta kemandirian penderita, menurunkan frekuensi lamanya perawatan dirumah sakit, serta meningkatkan kemampuan paru-paru meskipun fungsinya belum sembuh total. untuk melatih kaki bisa dilakukan latihan sepeda statis. naik turun tangga, serta berjalan. untuk melatih lengan bisa dilakukan latihan angkat beban.

untuk penderita dengan kekurangan alfa-1-antitripsin berat, bisa diberikan protein pengganti melalui infus setiap minggu. selain itu, pencangkokan paru paru dilakukan pada penderita yang umurnya masih dibawah 50 tahun.

pada penderita dengan emfisema berat bisa dilakukan pembedahan yang disebut operasi reduksi volume paru-paru. penderita harus berhenti merokok setidaknya 6 bulan sebelum operasi dilakukan dan menjalani program latihan yang intensif . pembedahan akan memperbaiki fungsi paru-paru dan kemampuan berlatih.

6. PROGNOSIS Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)

    sejumlah 30% penderita PPOM dengan sumbatang yang beraat akan meninggal dalam kurun waktu 1 tahun, kematian bisa terjadi akibat kegagalan pernapasan, pneuminia, pneumotoraks,(masuknya udara kedalam rongga paru), aritmia jantung atau emboli paru (penyumbatan arteri yang mengarah ke paru-paru). penderita PPOM juga beresiko tinggi terserang kangker paru-paru.

7. PENCEGAHAN Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)

    jika penderita mengalami influenza atau pneumonia, PPOM akan semakin memburuk. karena itu, penderita PPOM harus melakukan vaksinasi influenza setiap tahun dan vaksinasi pneumokokus setiap 6 tahun atau lebih.

Knapa menggelitik diri tidak geli


Assalamualaikum.wr..wb
Geli adalah respons dari indra peraba atau perasa yang dikontrol oleh saraf sensorik, kita sering digelitik oleh teman, saat bermain atau saat becada ria, namun apa yang anda rasakan, anda geli kan, itu adalah hal yang wajar dan itu pertandanya anda masih sehat, saraf anda masih bekerja dengan baik. Terus kenapa kalo kita menggelitik diri kita sendiri tidak ada rasa atau sensasi geli. Ok kita akan membahasnya.
(Sumber gambar : Hello-PET.com)


» PERNAHKAH ANDA MELAKUKAN MENGGELITIK DIRI ANDA SENDIRI
Jika anda belum pernah melakukannya coba anda lakukan sekarang.....! Nah gimana rasanya, pasti anda tidak geli kan, itu benar anda pasti tidak geli kecuali anda mengindap suatu penyakit dan juga akan kita bahas juga nanti dibawah. Nah bagaimana kalo anda sudah mengelitik diri anda sendiri, dan anda pasti bertanya-tanya kok bisa ya, kenapa bisa, apakah ada sihir..... hehe tenang aja. Gk ada sihir disini. Saat anda penasaran pasti anda berpikir apa sih jawabannya, pasti sangat rumit. Hehehe. Sebenarnya jawabannya sangat sederhana, kalau anda berpikirnya secara tenang pasti anda menemukan jawabannya. Kalo tidak dapat pun gk apa apa kan kita akan menjelaskannya disini. Sebelum kita melanjutkan ke pembahasan pokok kita ulang dulu yok pembahasan tentang perintah atau tanggapan otak terhadap ransangan. Itu pelajaran SMA loh.   Kalo gk salah kelas 2 SMA dulu saya belajar materi itu. Materi itu berhubungan dengan materi gerak refleks.


» APA ITU RANSANGAN
Ransangan terbagi dua bagian

1.) Ransangan dari luar
Ransangan dari luar adalah ransangan yang berasal dari luar tubuh, misalnya digelitik (menimbulkan rasa geli), dipukul (menimbulkan rasa sakit), di panggil (menimbulkan respon untuk menengok kearah asalnya suara) dan lain lain sebagainya.

2.) Ransangan dari dalam
Ransangan dari dalam adalah ransangan yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri, contohnya : sakit perut, lapar, dan lain sebagainya.

Nah kalo kita sudah mengetahui ransangan kita lanjut lagi ke respons.


» APA ITU RESPONS
Respons adalah tanggapan otak dari ransangan baik itu dari luar maupun dari dalam yang dideteksi oleh saraf saraf dan diterjemahkan oleh otak. Anda masih belum mengerti, saya berikan contoh.

Jika anda terinjak duri maka saraf saraf tepi yang berada di telapak kaki anda mendeteksi dan mengirimnya ke otak anda. Kemudian otak anda menerjemahkan kalo itu sakit, maka pesan dikirim lagi ketempat dimana luka terinjak duri tersebut, maka hasilnya sakit, kemudian otak memerintah lagi mata anda supa melihat apa penyebab kaki anda sakit, kemudian mata melihatnya dan mata mengirim lagi gambar yang ditangkap ke otak dan otak menerjemahkan nya bahwa itu duri.
Nah seperti itulah. Ok kalo anda sudah paham kita langsung saja ke pembahasan judulnya.


»KENAPA MENGGELITIK DIRI SENDIRI TIDAK GELI
Nah kalau anda sudah paham tentang pembahasan diatas anda juga pasti sangan paham tentang penjelasan ini.

Langsung saja ke contoh ya.
Saya menggelitik diri saya, kenapa saya tidak ada sespons geli. Itu dikarenakan tidak ada afek kejutan. Kenapa begitu. Kan yang menggelitik saya, saya sendiri. Yang memerintahkan menggelitik kan otak. Dan dimana jari saya akan jatuh saat saya menggelitik bahkan otak juga sudah tau. Jadi tidak ada efek terkejut atau kaget. Makanya tidak geli.

Bagimana sudah paham kah.
Nah kalau anda merasa geli saat menggelitik diri anda sendiri maka anda berarti mengindap penyakit Skizofrenia. Untuk penjelasan Skizofrenia kita akan bahas di artikel mendatang.

Nah sikian postingan saya semoga bermanfaat. Kalau ada pertanyaan boleh tanyakan di kolom komentar. Tetimakasih.
Klik ikuti ya. Heheheh