Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts

makalah penyakit hipertensi

BAB I
         PENDAHULUAN        

1.1      Latar Belakang
Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yang mendapat perhatian dari semua kalangan masyarakat, mengingat dampak yang ditimbulkannya baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga membutuhkan penanggulangan jangka panjang yang menyeluruh dan terpadu. Penyakit hipertensi menimbulkan angka morbiditas (kesakitan) dan mortalitasnya (kematian) yang tinggi.
Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi dari berbagai faktor resiko yang dimiliki seseorang. Berbagai penelitian telah menghubungkan antara berbagai faktor resiko terhadap timbulnya hipertensi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tenyata prevalensi (angka kejadian) hipertensi meningkat dengan bertambahnya usia. Dari berbagai penelitian epidemiologis yang dilakukan di Indonesia menunjukan 1,8-28,6% penduduk yang berusia diatas 20 tahun adalah penderita hipertensi.
Hipertensi, saat ini terdapat adanya kecenderungan bahwa masyarakat perkotaan  lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan masyarakat pedesaan. Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat kota yang berhubungan dengan resiko penyakit hipertensi seperti stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan yang tinggi kadar lemaknya.
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah, tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.





1.2    Rumusan Masalah
a.     Bagaimana definisi hipertensi ?
b.     Bagaimana mengukur tekanan darah ?
c.     Menjelaskan penyebab hipertensi ?
d.     Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi ?
e.     Menjelaskan akibat dari hipertensi ?
f.      Bagaimana pencegahan hipertensi ?
g.     Menjelaskan pengobatan hipertensi ?

1.3    Tujuan
a.     Untuk mengetahui definisi hipertensi.
b.     Untuk mengetahui cara mengukur tekanan darah.
c.     Untuk mengetahui penyebab hipertensi.
d.     Untuk mengetahui gejala yang di timbulkan.
e.     Untuk mengetahui akibat dari hipertensi.
f.      Untuk mengetahui pencegahan hipertensi.
g.     Untuk mengetahui pengobatan hipertensi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Definisi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi, adalah meningkatnya tekanan darah atau kekuatan menekan darah pada dinding rongga di mana darah itu berada. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. (Hiper artinya Berlebihan, Tensi artinyatekanan/tegangan; jadi, hipertensi adalah Gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkankenaikan tekanan darah diatas nilai normal.
Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda, paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

2.2    Mengukur Tekanan Darah

Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh. Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah, tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Tekanan darah ditulis dengan dua angka, dalam bilangan satuan mmHg (millimeter air raksa) pada alat tekanan darah/ tensi meter, yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik adalah angka yang tertinggi ialah tekanan darah pada waktu jantung sedang menguncup atau sedang melakukan kontraksi. Diastolik adalah angka yang terendah pada waktu jantung mengembang berada di dalam akhir relaksasi.
Misalnya tekanan darah 120/ 80 mmHG artinya tekanan sistolik 120 dan tekanan diastolik 80 mmHg.
Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh :
a.     Kekuatan kuncup jantung yang mendesak isi bilik kiri untuk memasukkan darah ke dalam batang pembuluh nadi.
b.     Tahanan dalam pembuluh nadi terhadap mengalirnya darah.
c.     Saraf otonom yang terdiri dari sistem simpatikus dan para simpatikus.

Klasifikasi tekanan darah
No
Klasifikasi
Sistolik
Diastolik
1
Optimal
< 120 mmHg
< 80 mmHg
2
Normal
< 130 mmHg
< 85 mmHg
3
Normal tinggi
130 – 139 mmHg
85 – 89 mmHg
4
Hipertensi ringan
140 – 159 mmHg
90 – 99 mmHg
5
Hipertensi sedang
160 – 179 mmHg
100 – 109 mmHg
6
Hipertensi berat
> 180 mmHg
> 110 mmHg

Tekanan darah normal
Tekanan darah setiap orang bervariasi setiap hari, tergantung pada keadaan dan dipengaruhi oleh aktivitas seseorang, jadi tekanan darah normalpun bervariasi.
Orang dewasa bila tekanan darah menunjukkan angka 140/ 90 mmHg ke atas dianggap tidak normal. Ada anggapan tekanan darah rendah kurang baik, hal tersebut kurang tepat. Sebab data statistik menunjukkan bahwa orang dengan tekanan darah rendah mempunyai umur yang sama dengan yang disebut normal. Yang terbaik adalah menjaga tekanan darah agar normal dan anggapan bahwa semakin bertambah usia tekanan darah lebih tinggi tidak menjadi masalah, adalah anggapan yang perlu diluruskan, karena berdasarkan data statistik orang tua yang tekanan darahnya berkisar di normal, kecenderungan mendapat gangguan stroke rendah. Periksa tekanan darah secara teratur minimal 6 bulan sekali atau setiap kali ke dokter/ fasilitas kesehatan.
Di kenal 2 klasifikasi hipertensi (berdasarkan penyebabnya) yaitu :
a.     Hipertensi primer (hipertensi idiophatik), dimana penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Dikatakan juga bahwa hipertensi ini adalah dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan.
b.     Hipertensi secundary, adalah hipertensi yang terjadi akibat dari penyakit dari penyakit lain misalnya kelainan pada ginjal atau keruskanan dari sistem hormon.

WHO mengklasifikasikan hipertensi berdasarkan ada tidaknya kelainan pada organ tubuh lain, yaitu :
a.     Hipertensi tanpa kelainan pada organ tubuh lain.
b.     Hipertensi dengan pembesaran jantung.
c.     Hipertensi dengan kelainan pada organ lain di samping jantung.

Klasifikasi hipertensi berdasarkan tingginya tekanan darah yaitu :
a.     Hipertensi borderline : tekanan darah antara 140/90 mmHg dan 160/95 mmHg.
b.     Hipertensi ringan : tekanan darah antara 160/95 mmHg dan 200/110 mmHg.
c.     Hipertensi moderate : tekanan darah antara 200/110 mmHg dan 230/120 mmHg.
d.     Hipertensi berat : tekanan darah antara 230/120 mmHg dan 280/140 mmHg.

2.3    Penyebab hipertensi
Ada 2 macam hipertensi, yaitu esensial dan sekunder.
a.     Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak diketahui penyebabnya. Ada 10-16% orang dewasa mengidap takanan darah tinggi.
b.     Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui sebab-sebabnya. Hipertesnsi jenis ini hanya sebagian kecil, yakni hanya sekitar 10%.
Beberapa penyebab hipertensi, antara lain :
1.   Keturunan                                        
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Jika seseorang memiliki orang tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
 2.   Usia
Faktor ini tidak bisa dikendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
 3.   Garam
Faktor ini bisa dikendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
4.   Kolesterol
Faktor ini bisa dikendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin.
 5.   Obesitas/Kegemukan
Faktor ini bisa dikendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
6.   Stres
Faktor ini bisa dikendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
7.   Rokok
Faktor ini bisa dikendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
8.   Kafein
Faktor ini dikendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
9.   Alkohol
Faktor ini bisa dikendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
10. Kurang Olahraga
            Faktor ini bisa dikendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.
2.4   Tanda dan Gejala hipertensi

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala, meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sebenarnya tidak ada ).
Gejala-gejala hipertensi, antara lain :
a.     Sebagian besar tidak ada gejala.
b.     Sakit pada bagian belakang kepala.
c.     Leher terasa kaku.
d.     Kelelahan.
e.     Mual.
f.      Sesak napas.
g.     Gelisah.
h.     Muntah.
i.      Mudah tersinggung.
j.      Sukar tidur.       
k.   Pandangan jadi kabur karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung, dan ginjal

Keluhan tersebut tidak selalu akan dialami oleh seorang penderita hipertensi. Sering juga seseorang dengan keluhan sakit belakang kepala, mudah tersinggung dan sukar tidur, ketika diukur tekanan darahnya menunjukkan angka tekanan darah yang normal. Satu-satunya cara untuk mengetahui ada tidaknya hipertensi hanya dengan mengukur tekanan darah.

2.5    Akibat-akibat hipertensi
Komplikasi/bahaya yang dapat ditimbulkan pada penyakit hipertensi :
1.   Pada mata : penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati, dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur.
2.   Pada jantung : jika terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung, sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak.
3.   Pada ginjal : suplai darah vaskuler pada ginjal turun menyebabkan terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit pada ginjal.
4.   Pada otak : jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak (stroke).
2.6    Pencegahan hipertensi

Resiko seseorang untuk mendapatkan hipertensi (kecuali yang esensial), dapat dikurangi dengan cara :
a.     Memeriksa tekanan darah secara teratur.
b.     Menjaga berat badan ideal.
c.     Mengurangi konsumsi garam.
d.     Jangan merokok.
e.     Berolahraga secara teratur.
f.      Hidup secara teratur.
g.     Mengurangi stress.
h.    Jangan terburu-buru.
i.      Menghindari makanan berlemak.
Pencegahan Primer :
           Tidur yang cukup, antara 6-8 jam per hari.
           Kurangi makanan berkolesterol tinggi dan perbanyak aktifitas fisik untuk mengurangi berat badan.
           Kurangi konsumsi alkohol.
           Konsumsi minyak ikan.
           Suplai kalsium, meskipun hanya menurunkan sedikit tekanan darah tapi kalsium juga cukup membantu.
Pencegahan Sekunder
           Pola makanam yamg sehat.
           Mengurangi garam dan  natrium di diet anda.
           Fisik aktif.
           Mengurangi Akohol intake.
           Berhenti merokok.
Pencegahan Tersier
           Pengontrolan darah secara rutin.
           Olahraga dengan teratur dan di sesuaikan dengan kondisi tubuh.

2.7    Pengobatan hipertensi
Pengobatan hipertensi yang paling baik adalah :
a.     Selalu mengontrol tekanan darah secara teratur dengan memeriksakan diri ke dokter.
b.     Selalu minum obat teratur meskipun tanpa keluhan.
c.     Mengurangi konsumsi garam.
d.     Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
e.     Mematuhi nasihat dokter.
Selain obat-obatan yang diijinkan oleh dokter,ada cara lain yang tradisisonal yaitu dengan :
1. Dua buah belimbing diparut kemudian diperas airnya sehingga menjadi satu gelas belimbing dan diminum setiap pagi.
2. Daun salam 4 lembar + 2 gelas air direbus sampai menjadi 1 gelas, minum 2 gelas/hari.
3. Makan 2 buah ketimun / hari atau dibuat jus
Cara membuat jus mentimun :
              d. ½ kg buah mentimun dicuci bersih
              e. Dikupas kulitnya kemudian diparut
              f. Saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih
  g. Diminum setiap hari ± 1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN  


Penyakit Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang mana dapat dihadapi baik itu dibeberapa negara yang ada didunia maupun di Indonesia.
Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang (merah/putih), jahe, kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium. Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang berlebih. Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.



DAFTAR PUSTAKA

1.      Instalasi Gizi Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan Asosiasi Dietisien Indonesia. “Penuntun Diet”;Edisi Baru, Jakarta, 2004, PT Gramedia Pustaka Utama
2.      Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R, Wardhani W. I, Setiowulan W, “Kapita Selekta Kedokteran” Edisi ke-3 jilid 1, Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI, Jakrta, 1999

makalah Teori Proses Keperawatan Menurut Yura dan Walsh

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Ilmu keperawatan didasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik keperawatan. Hal ini dapat disebut sebagai suatu pendekatan untuk memecahkan masalah (problem-solving) yang memerlukan ilmu, teknik, dan keterampilan interpersonal yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat. Proses keperawatan terdiri atas lima tahap yang berurutan dan saling berhubungan, yaitu pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi ( Nursalam,2008). Tahap –tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi intelektual problem- solfing dalam mendefinisikan suatu asuhan keperawatan.
             Proses keperawatan merupakan lima tahap yang konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan. Tahap tersebut pertama kali dijabarkan oleh Hall (1995). Pada tahun 1967, Yura dan Walsh menjabarkan menjadi 4 tahap, yaitu pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kemudian pada edisi kedua (1973), proses keperawatan yang semakin meningkat dipublikasikan. Pada pertengahan tahun 1970 an , Bloch (1974), Roy (1975), Mundinger dan Jauron (1975), serta Aspinal (1976) menambahkan tahap diagnosis pada proses keperawatan sehingga menjadi lima tahap, yaitu pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Sejarah Proses Keperawatan ?
2.      Bagaimana Teori Proses Keperawatan Menurut Yura dan Walsh ?
3.      Apa saja tahap Proses Keperawatan Menurut Yura dan Walsh ?

C. Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Agar mahasiswa memahami mengenai teori proses keperawatan menurut Yura dan Walsh.
2.      Tujuan Khusus
a.       Mahasiswa mengetahui sejarah dari proses keperawatan.
b.      Mahasiswa mengetahui teori  proses keperawatan menurut Yura dan Walsh.
c.       Mahasiswa mengetahui apa saja tahap proses keperawatan menurut Yura dan Walsh ?

D. Manfaat Penulisan
1.      Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa  megenai teori proses keperawatan menurut yura dan walsh.
2.      Diharapkan makalah ini bisa menjadi salah satu sumber kajian ilmiah bagi perpustakaan kampus.
3.      Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah proses keperawatan yang saat ini di praktekkan di lembaga pelayanan kesehatan masyarakat.

BAB II
KONSEP TEORI

A. Sejarah Proses Keperawatan
            Proses keperawatan merupakan sebuah metode yang diterapkan dalam praktek keperawatan. Proses keperawatan juga merupakan sebuah konsep dengan pendekatan problem solving yang memerlukan ilmu, teknik, dan keterampilan interpersonal untuk memenuhi kebutuhan klien/keluarganya.(Purnawan.2009)
           Proses keperawatan pertama kali dijelaskan oleh Hall pada tahun 1955. Selanjutnya proses keperawatan ini mengalami perkembangan sebagai berikut :
1.      Tahun 1960, proses keperawatan diperkenalkan secara intenal dalam keperawatan.
2.      Yura & Walsh (1967) menjabarkan proses keperawatan menjadi 4 tahap : pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahun 1967, edisi pertama proses keperawatan dipublikasikan.
3.      Dengan berkembangnya waktu, proses keperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar hukum praktik keperawatan. ANA (1973) menggunakan proses keperawatan sebagai suatu pedoman dalam pengembangan Standart Praktek Keperawatan.


4.      Bloch (1974), Roy (1975) Mundinger & Jauron (1975) dan Aspinall (1976) menambahkan tahap diagnosa, sehingga proses keperawatan menjadi 5 tahap : pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Seiring berkembangnya waktu, proses keperawatan telah dianggap sebagai dasar hukum praktek keperawatan dan telah digunakan sebagai kerangka konsep kurikulum keperawatan. Bahkan saat ini definisi dan tahapan keperawatan telah digunakan sebagai dasar pengembangan praktek keperawatan, sebagai kriteria dalam program sertifikasi, dan standar aspek legal praktek keperawatan. 
B. Teori Proses Keperawatan Menurut Yura dan Walsh (1967)
 Menurut Yura dan Walsh (1967), proses keperawatan adalah langkah-langkah sistematis untuk menentukan dan merencanakan penyelesaian masalah klien; lalu mengimplementasikan dan mengevaluasi apakah rencana yang dibuat cukup efektif dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. ( Asmadi.2005)
Proses keperawatan merupakan suatu tahapan desain tindakan yang digunakan untuk memenuhi tujuan keperawatan, yang meliputi :
1.      Mempertahankan kondisi kesehatan optimal pasien.
2.      Melakukan tindakan  untuk mengembalikan kondisi pasien menjadi normal kembali.
3.      Memfasilitasi kualitas kehidupan yang maksimal berdasarkan kondisi pasien sehingga ia bisa mencapai derajat kehidupan yang baik.
C. Tahap-tahap Proses Keperawatan Menurut Yura dan Walsh (1967)
Model proses keperawatan dan teori-teori keperawatan dapat dilihat sebagai bagian dari proses untuk menilai dan mengelola perawatan pasien. Salah satunya adalah proses keperawatan yang diajukan oleh Yura dan Walsh (1967) yang mengusulkan bahwa dalam proses keperawatan harus dikembangkan sebuah pendekatan pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh perawat dangan mengikuti empat  langkah-langkah penanganan pasien :
1. Mengenali masalah dan penyebab masalah terjadi.
2. Menyusun perencanaan untuk menyelesaikan masalah, dimana perencanaan ini dapat di perbaiki apabila tidak tepat.
3. Melaksanakan tahapan yang telah direncanakan untuk mengatasi masalah.
4. Mengevaluasi setiap langkah yang telah diambil terhadap masalah yang telah diatasi.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Proses keperawatan merupakan sebuah metode yang diterapkan dalam praktek keperawatan. Proses keperawatan juga meupakan sebuah konsep dengan pendekatan problem solving yang memerlukan ilmu, teknik, dan keterampilan interpersonal untuk memenuhi kebutuhan klien/keluarganya. Menurut Yura dan Walsh (1979) menyatakan bahwa proses keperawatan adalah tindakan yang berurutan, dilakukan secara sistematik untuk menentukan masalah klien,membuat perencanaan untuk mengatasinya, melaksanakan rencana tersebut atau menugaskan orang lain untuk melaksanakannya dan mengevaluasi keberhasilan secara efektif terhadap masalah yang diatasi.
B. Saran
Semoga pemaparan dari makalah ini dapat memberikan sumbangan pengetahuan dan manfaat bagi pembaca. Kritikan yang membangun sangat dibutuhkan oleh penulis untuk menyempurnakan makalah ini.


  DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC. 
Nursalam. 2007. Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta : Salemba
            Medika. http://ners.unair.ac.id/materikuliah/BUKU-PROSES-2008.pdf (Diakases 24 September 2016)
Punawan,Iwan. Konsep Proses Keperawatan.2009.
https://www.scribd.com/doc/24505136/KONSEP-PROSES-KEPERAWATAN (Diakses pada tanggal 25 September 2016).