Showing posts with label adalah. Show all posts
Showing posts with label adalah. Show all posts

Kenali penyakit sinusitis


Sinusitis adalah suatu infeksi yang mengenai daerah sinus atau rongga udara di daerah muka, hidung, dan dahi. Sinusitis bisa bersifat akut, bila berlangsung selama 3 minggu atau kurang, atau kronis, bila berlangsung selama 3-8 minggu tetapi dapat berlanjut hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.


Penyebab
Penyebab sinusitis akut adalah:
+Infeksi virus
   Sinusitis akut bisa terjadi setelah terbentuknya suatu infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas (misalnya flu, pilck).
+Bakteri
Di dalam tubuh manusia terdapat beberapa jenis bakteri yang dalam keadaan normal tidak berbahaya (misalnya streptocoaus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Namun jika sistem pertahanan tubuh menurun atau drainase. sinus tersumbat akibat pilek atau infeksi virus lainnya, maka bakteri yang sebelumnya tidak berbahaya akan berkembang biak dan menyusup ke dalam sinus sehingga terjadi infeksi sinus akut.
+Infeksi jamur
kadang infeksi jamur bisa menyebabkan sinusitis akut, contohnya jamur Aspergillus. Aspergillus merupakan jamur yang bisa menyebabkan sinusitis pada penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan, atau bisa juga sinusitis terjadi sebagai reaksi alergi terhadap jamur.
+Komplikasi peradangan yang lama
Beberapa keadaan peradangan yang berlangsung lama karena reaksi alergi dapat menyebabkan sinusitis. Pada penderita rinitis
alergika bisa terjadi sinusitis akut. Demikian pula halnya pada penderita rinitis vasomotor.
+penyakit tertentu
Sinusitis akut lebih sering terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan dan penderita kelainan sekresi lendir (misalnya fibrosis kistik)
Sementara itu penyebab sinusitis kronis:
-Asma
-Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
-Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi maupun pembuangan lendir.
Gejala
Gejala khas kelainan pada sinus adalah sakit kepala yang dirasakan ketika penderita bangun tidur sinusitis akut dan kronis memiliki gejala yang sama, yaitu nyeri tekan dan pembengkakan da sinus yang terserang penyakit ini, tetapi ada gejala tertentu yang timbul berdasarkan sinus yang diserang
+Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata, sakit gigi, dan sakit kepala
+Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan di antara mata, serta sakit kepala di dahi. Peradangan sinus etmoidalis juga bisa menyebabkan nyeri bila pinggiran hidung ditekan, berkurangnya indra penciuman, dan hidung tersumbat.
+Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan maupun belakang, terkadang menyebabkan sakit pada bagian telinga dan leher.
+Selain itu, gejala seperti tidak enak badan, letih, lesu, batuk yang bisa memburuk pada malam hari, hidung meler atau tersumbat, demam dan menggigil orang mengindikasikan bahwa infeksi telah menyebar ke luar sinus), serta selaput lend hidung tampak merah, membengkak, dan bisa mengeluarkan nanah berwarna kuning atau hijau.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang muncul, rontgen sinus, dan hasil pemeriksaan fisik. Untuk menentukan luas dan beratnya sinusitis, bisa dilakukan pemeriksaan CT scan. Pada sinusitis mak silaris dapat dilakukan pemeriksaan rontgen gigi un tuk mengetahui adanya abses gigi.


Baca juga
Pengobatan
Untuk sinusitis akut biasanya diberikan:
+Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan
+Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri
+obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri
Dekongestan dalam bentuk tetes hidung atau obat semprot hidung hanya boleh dipakai selama waktu yang terbatas, karena pemakaian dalam kurun waktu yang panjang bisa menyebabkan penyumbatan dan pembengkakan pada saluran hidun Untuk mengurangi penyumbatan, pembengkakan, dan peradangan bisa diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid.
Sinusitis kronis
Untuk mengatasi sinusitis kronis maka akan diberikan antibiotik dan dekongestan. Untuk mengurangi peradangan biasanya diberikan obat semprot hidung yang mengandung steroid. Jika sinusitis tergolong berat, maka akan diberikan steroid per oral.
Hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang timbul akibat sinusi tis:
+Menghirup uap dari sebuah uporivr atau semangkuk air panas
+Obat semprot hidung yang mengandung larutan garam +Kompres hangat di daerah sinus yang terkena
Jika tidak dapat diatasi dengan pengobatan tersebut, maka satu-satunya jalan untuk mengobati sinusitis kronis adalah melalui pembedahan. Teknik pembedahan yang sekarang ini banyak dilakukan adalah pembedahan sinus endoskopik fungsional.
   Pada anak-anak, keadaannya sering kali membaik setelah dilakukan pengangkatan adenoid yang menyumbat saluran sinus ke hidung, Pada penderita dewasa yang juga memiliki alergi kadang ditemukan polip pada hidungnya. Pol tersebut sebaiknya diangkat sehingga saluran udara terbuka dan gejala sinus berkurang.

Cara mudah mengetahui, mencegah, dan mengobati penyakit Bronkiektasis



Bronkiektasis
Bronkiektasis (bronchiectasis) salah satu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan sedang/ besar. Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari sejumlah keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas atau bisa pula muncul disatu atau dua tempat saja.
Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkusyang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit. Terkadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh respon imunologis terhadap jamur Aspergillus).
Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian saluran pernapasan.lapisan dalam (mukosa) dan daerah bawhnya (submukosa) mengandung sel sel yang melindungi saluran pernapasan dan paru paru dari zat zat yang berbahaya. Sel sel ini terdiri dari :
# sel penghasil lendir
# sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel partikel dan lendir kebagian atas atau keluar dari saluran pernapasan.
# sel sel lain yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanantubuh, yakni melawan organisme dan zat zat berbahaya lainnya.
Sedangkan struktur saluran pernapasan dibentuk oleh serat elastis, otot, dan lapisan tulang rawan (kartilago), yang memungkinkan diameter saluran pernapasan berubah sesuai kebutuhan. Pembuluh darah dan jaringan limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.
Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentuk lendir mebingkat. Elastisitas dinding bronkusyang normal juga hilang. Bagian yang terkena melebar dan menjadi lembek sehingga membentuk kantong yang menyerupai balon kecil. Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyebabkan penyumbatan pada bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi kemudian merusak dinding bronkus.
Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, pembentukan jaringan parut, dan hilangnya fungsi jaringan paru. Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru paru dapat berimbas kejantung. Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkud juga dapat menyebabkan batuk darah. Penyumbatan pada saluran pernapasan yang rusak dapat mebyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.
Penyebab
Beberapa penyebab bronkiektasis :
1. Infeksi pernapasan
# virus: campak, flu
# pertusis
# infeksi adenovirus
# infeksi bakteri, contohnya klebsiella, stapbylococcus, atau pseudomonas
# TBC
# infeksi jamur
# infeksi mikoplasma
2. Penyumbatan bronkus
# benda asing
# pembesaran kelenjar getah bening
# tumor paru
# sumbatan oleh lendir
3. Cedera polusi/ aspirasi
# cedera karena asap, gas, atau partikel beracun
# menghirup getah lambung dan partikel makanan
4. Keadaan genetik
# fibrosis kistik
# diskinesia silia, termasuk sindrom kartagener
# kekurangan alfa-1-antitripsin
5. Kelainan imunologik
# sindrom kekurangan imunoglobulin
# disfungsi sel darah putih
# kekurangan komplemen
# kelainan outoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa
6.  Kradaan lainnya
# Penyalah gunaan obat (misalnya heroin)
# infeksi HIV
Gejala
Beberapa gejala yang bisa tampak pada bronkiektasis :
# batuk menahun dengan bayak dahak yang berbau busuk atau mengandung darah
# batuk semakin berat jika penderita berbaring dalam posisi miring
# sesak napas memburuk jika penderita beraktivitas
# berat badan turun
# kelelahan, pucat
# clubbingfingers (jari jari tangan menyerupai tubuh genderang)
# wheezing (bunyi napas mengi/ bengek)
# warna kulit kebiruan (sianosis)
# bau mulut
Diagnosis
Pada pemeriksaan fisik pada menggunakan stetoskop, biasanya di paru paru bagian bawah akan terdengar suara rongki (bunyi napas kasar, seperti air mendidih)
Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan :
# rontgen dada
# CT Scan dada
# biakan dahak / sputum
# hitung jenis darah
# pemeriksaan fibrosis Kistik lainnya
# analisa serum imunoglobulin
# serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, Aspergillus)
# Tes PPD untuk infeksi TBC
Pengobatan
Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi infeksi dan mengendalikan pembentukan dahak, membebaskan penyumbatan saluran pernapasan,  serta mencegah komplikasi. Bronko dilatir diberikan untuk mengatasi kontraksi bronkus dan memperbaiki drainase sekret. Alat pelembab dan nebulizer dapat digunakan untuk melembabkan sekret-cairan.
Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak. Seorang tetapis pernapasan bisa mengajarka cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif. Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator, dan ekspektoran. Selain itu, pengangkatan paru melalui pembedahan dapat dilakukan pada penderita yang tidak merespons pemberian obat atau penderita yang mengalami pendarah hebat.
Pencegahan
# imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.
# faksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh birus flu
# vaksin pneumokokus membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonia pneumokokus
# berikan antibiotik sedini mungkin saat infeksi sehingga dapat mencegah terjadinya bronkiektasis atau memburuknya penyakit.
# pengobatan dengan immunoglobulin pada sindroma kekurang immunoglobulin mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikas.
# penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama peda penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.
# menghindari udara yang terpolusi, adap (termasuk asap rokok), dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silica).
# mencegah masuknya benda asing kesaluran pernapasan
# jangan menggunakan tetes minyak atau mineral untuk mulut atau hidung menjelang tidur karena dapar masuk kedalam paru.
# bronkoskopi dapat digunakan untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.