makalah kelainan jantung bawaan


BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda.
Patent Duktus Arterosus merupakan penyakit jantung sianotik yang paling banyak ditemukan dimana PDA menempati urutan ke Tiga penyakit jantung bawaan pada anak setelah defek septum ventrikel dan defek septum atrium,atau lebih kurang 10-15 % dari seluruh penyakit jantung bawaan, diantara penyakit jantung bawaan sianotik PDA merupakan 2/3 nya. PDA merupakan penyakit jantung bawaan yang paling sering ditemukan yang ditandai dengan sianosis sentral akibat adanya pirau kanan ke kiri. Di RSU Dr. Soetomo sebagian besar pasien PDA didapat diatas 5 tahun dan prevalensi menurun setelah berumur 10 tahun. Dari banyaknya kasus kelainan jantung serta kegawatan yang ditimbulkan akibat kelainan jantung bawaan ini, maka sebagai seorang perawat dituntut untuk mampu mengenali tanda kegawatan dan mampu memberikan asuhan keperawatan yang tepat.






BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi
Penyakit jantung bawaan adalah penyakit struktural jantung dan pembuluh darah besar yang sudah terdapat sejak lahir. Perlu diingatkan bahwa tidak semua penyakit jantung bawaan tersebut dapat dideteksi segera setelah lahir, tidak jarang penyakit jantung bawaaan baru bermanifestasi secara klinis setelah pasien berusia beberapa minggu, beberapa bulan, bahkan beberapa tahun ( Markum, 1996).
Duktus Arteriosus adalah saluran yang berasal dari arkus aorta ke VI pada janin yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta desendens. Pada bayi normal duktus tersebut menutup secara fungsional 10 – 15 jam setelah lahir dan secara anatomis menjadi ligamentum arteriosum pada usia 2 – 3 minggu. Bila tidak menutup disebut Duktus Arteriosus Persisten (Persistent Ductus Arteriosus : PDA). (Buku ajar kardiologi FKUI, 2001 ; 227)
Patent Duktus Arteriosus adalah kegagalan menutupnya ductus arteriosus (arteri yang menghubungkan aorta dan arteri pulmonal) pada minggu pertama kehidupan, yang menyebabkan mengalirnya darah dari aorta tang bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah. (Suriadi, Rita Yuliani, 2001; 235)
Patent Duktus Arteriosus (PDA) adalah tetap terbukanya duktus arteriosus setelah lahir, yang menyebabkan dialirkannya darah secara langsung dari aorta (tekanan lebih tinggi) ke dalam arteri pulmoner (tekanan lebih rendah). (Betz & Sowden, 2002 ; 375)
 Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.
  •  Kelainan kromosom seperti Sindrom Down.
  • Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan.
  •  Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.

2.2 Etiologi
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan :
1. Faktor Prenatal :
• Ibu menderita penyakit infeksi : Rubella.
• Ibu alkoholisme, peminum obat penenang atau jamu
• Umur ibu lebih dari 40 tahun.
• Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin.
2. Faktor Genetik :
2.3 Patofisiologi
Dalam keadaan normal darah akan mengalir dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Daerah yang bertekanan tinggi ialah jantung kiri sedangkan yang bertekanan rendah adalah jantung kanan. Sistem sirkulasi paru mempunyai tahanan yang rendah sedangkan sistem sirkulasi sistemik mempunyai tahanan yang tinggi. Apabila terjadi hubungan antara rongga-rongga jantung yang bertekanan tinggi dengan rongga-rongga jantung yang bertekanan rendah akan terjadi aliran darah dari rongga jantung yang bertekanan tinggi ke rongga jantung yang bertekanan rendah. Sebagai contoh adanya defek pada sekat ventrikel, maka akan terjadi aliran darah dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan.
Kejadian ini disebut pirau (shunt) kiri ke kanan. Sebaliknya pada obstruksi arteri pulmonalis dan defek septum ventrikel tekanan rongga jantung kanan akan lebih tinggi dari tekanan rongga jantung kiri sehingga darah dari ventrikel kanan yang miskin akan oksigen mengalir melalui defek tersebut ke ventrikel kiri yang kaya akan oksigen, keadaan ini disebut dengan pirau (shunt) kanan ke kiri yang dapat berakibat kurangnya kadar oksigen pada sirkulasi sistemik. Kadar oksigen yang terlalu rendah akan menyebabkan sianosis. Kelainan jantung bawaan pada umumnya dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
1. Peningkatan kerja jantung, dengan gejala: kardiomegali, hipertrofi, takhikardia
2. Curah jantung yang rendah, dengan gejala: gangguan pertumbuhan, intoleransi terhadap aktivitas.
3. Hipertensi pulmonal, dengan gejala: dispnea, takhipnea
4. Penurunan saturasi oksigen arteri, dengan gejala: polisitemia, asidosis, sianosis.
 Peningkatan kebutuhan ventilator (sehubungan dengan masalah paru):
  • Hipoksemia
  • Retraksi dada
  • Nasal flaring
  • Apnea, Tachypnea
  • Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah
  • Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal.
  • Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik
  • Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat, Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg)
  • Terdengar bunyi mur-mur persisten (sistolik, kemudian menetap, paling nyata terdengar di tepi sternum kiri atas)
  • Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung
2.4 Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering disamarkan oleh masalah-masalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas). Tanda-tanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 – 6 jam sesudah lahir. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik, bayi dengan PDA lebih besar dapat menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif (CHF)
2.5 Klasifikasi
Dasar kelainan fungsi sirkulasi yang terjadi, yaitu:
1. Penyakit jantung bawaan non-sianotik:
a. Dengan vaskularisasi paru normal: stenosis aorta, stenosis pulmonal, koarktasio aorta, kardiomiopati.
 b. Dengan vaskularisasi paru bertambah: defek septum atrium, defek atrioventrikularis, defek septum ventrikel, duktus arteriosus persisten, anomaly drainase vena pulmonalis parsial.
2. Penyakit jantung bawaan sianotik:
a. Dengan vaskularisasi paru bertambah: transposisi arteri besar tanpa stenosis pulmonal, double outlet right ventricle tanpa stenosis pulmonal, trunkus arteriosus persisten, ventrikel tunggal tanpa stenosis pulmonal, anomaly total drainase vena pulmonalis.
b. Dengan vaskularisasi paru berkurang: stenosis pulmonal berat pada neonates, tetralogi Fallot, atresia pulmonal, atresia tricuspid, anomaly Ebstein.
2.6 Komplikasi
• Endokarditis, Obstruksi pembuluh darah pulmonal, CHF, Hepatomegali, Enterokolitis nekrosis, Gangguan paru yang terjadi bersamaan, Perdarahan gastrointestinal (GI), penurunan jumlah trombosit, Hiperkalemia, Aritmia, Gagal tumbuh
2.7 Pemeriksaan Diagnostik
 • Radiologi: foto rontgen dada hampir selalu terdapat kardiomegali.
• Elektrokardiografi/EKG, menunjukkan adanya gangguan konduksi pada ventrikel kanan dengan aksis QRS bidang frontal lebih dari 90°.
• Pemeriksaan dengan Doppler berwarna : digunakan untuk mengevaluasi aliran darah dan arahnya.
• Ekokardiografi, bervariasi sesuai tingkat keparahan, pada PDA kecil tidak ada abnormalitas, hipertrofi ventrikel kiri pada PDA yang lebih besar. sangat menentukan dalam diagnosis anatomik.
• Kateterisasi jantung untuk menentukan resistensi vaskuler paru
2.9 Penatalaksanaan Medis
 • Penatalaksanaan Konservatif : Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan : Furosemid (lasix) diberikan bersama restriksi cairan untuk meningkatkan diuresis dan mengurangi efek kelebihan beban kardiovaskular, Pemberian indomethacin (inhibitor prostaglandin) untuk mempermudah penutupan duktus, pemberian antibiotik profilaktik untuk mencegah endokarditis bakterial.
• Pembedahan : Operasi penutupan defek, Pemotongan atau pengikatan duktus.
 • dianjurkan saat berusia 5-10 tahun
• Obat vasodilator, obat antagonis kalsium untuk membantu pada pasien dengan resistensi kapiler paru yang sangat tinggi dan tidak dapat dioperasi.
• Pemotongan atau pengikatan duktus.
• Non pembedahan : Penutupan dengan alat penutup dilakukan pada waktu kateterisasi jantung.

BAB III ASKEP ANAK DENGAN KELAINAN JANTUNG BAWAAN
3.1 PENGKAJIAN
a. Data subyektif :
– Umur biasanya sering terjadi pada primi gravida , < 20 tahun atau > 35 tahun.
– Riwayat kesehatan ibu sekarang : terjadi peningkatan tensi, oedema, pusing, nyeri epigastrium, mual muntah, penglihatan kabur.
– Riwayat kesehatan ibu sebelumnya : penyakit ginjal, anemia, vaskuler esensial, hipertensi kronik, DM
– Riwayat kehamilan: riwayat kehamilan ganda, mola hidatidosa, hidramnion serta riwayat kehamilan dengan pre eklamsia atau eklamsia sebelumnya
– Pola nutrisi : jenis makanan yang dikonsumsi baik makanan pokok maupun selingan
– Psikososial spiritual : Emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan kecemasan, oleh karenanya perlu kesiapan moril untuk menghadapi resikonya.

b. Data Obyektif :
– Inspeksi : edema yang tidak hilang dalam kurun waktu 24 jam
– Palpasi : untuk mengetahui TFU, letak janin, lokasi edema
– Auskultasi : mendengarkan DJJ untuk mengetahui adanya fetal distress
– Perkusi : untuk mengetahui refleks patella sebagai syarat pemberian SM ( jika refleks+)
– Pemeriksaan penunjang :
• Tanda vital diukur dalam posisi terbaring, diukur 2 kali dengan interval 6 jam
• Laboratorium : protein uri dengan kateter atau midstream ( biasanya meningkat hingga 0,3 gr/lt atau +1 hingga +2 pada skala kualitatif ), kadar hematokrit menurun, BJ urine meningkat, serum kreatini meningkat, uric acid biasanya > 7 mg/100 ml
• Berat badan : peningkatannya lebih dari 1 kg/minggu
• Tingkat kesadaran ; penurunan GCS sebagai tanda adanya kelainan pada otak
• USG ; untuk mengetahui keadaan janin
• NST : untuk mengetahui kesejahteraan janin

3.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Gangguan perfusi jaringan otak b/d penurunan kardiak out put sekunder terhadap vasopasme pembuluh darah.
2. Resiko terjadi gawat janin intra uteri (hipoksia) b/d penurunan suplay O2 dan nutrisi kejaringan plasenta sekunderterhadap penurunan cardiac out put.
3. Kelebihan volum cairan b/d kerusakan fungsi glumerolus sekunder terhadap penurunan cardiac out put
4. Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi; kelemahan
5. Kurang pengetahuan mengenai penatalaksanaan terapi dan perawatan b/d misinterpretasi informasi
6. Pola nafas tidak efektif b/d penurunann ekspansi paru.

3.3 INTERVENSI
1. Gangguan perfusi jaringan otak b/d penurunan kardiak out put sekunder terhadap vasopasme pembuluh darah: Tujuan : Perfusi jaringan otak adekuat dan Tercapai secara optimal.
Intervensi :
1. Monitor perubahan atau gangguan mental kontinu ( cemas bingung, letargi, pingsan)
2. Obsevasi adanya pucat, sianosis, belang, kulit dingin/ lembab.
3. Kaji tanda Homan ( nyeri pada betis dengan posisi dorsofleksi ) eritema, edema
4. Dorong latihan kaki aktif / pasif
5. Pantau pernafasan
6. Kaji fungsi GI, catat anoreksia, penurunan bising usus, muntah/ mual, distaensi abdomen, kontipasi 7. Pantau masukan dan perubahan keluaran

2. Resiko terjadi gawat janin intra uteri (hipoksia) b/d penurunan suplay O2 dan nutrisi kejaringan plasenta sekunderterhadap penurunan cardiac out put. Tujuan: Gawat janin tidak terjadi, bayi Dapat dipertahankan sampai umur 37 minggu dan atau BBL ≥ 2500 g.
Intervensi:
1. Anjurkan penderita untuk tidur miring ke kiri
2. Anjurkan pasien untuk melakukan ANC secara teratur sesuai dengan masa kehamilan: – 1 x/bln pada trisemester I – 2 x/bln pada trisemester II – 1 x/minggu pada trisemester III
3. Pantau DJJ, kontraksi uterus/his gerakan janin setiap hari
4. Motivasi pasien untuk meningkatkan fase istirahat

3. Kelebihan volum cairan b/d kerusakan fungsi glumerolus sekunder terhadap penurunan cardiac out put. Tujuan : Kelebihan volume cairan teratasi.
Intervensi:
1. Auskultasi bunyi nafas akan adanya krekels.
2. Catat adanya DVJ, adanya edema dependen
3. Ukur masukan atau keluaran, catat penurunan pengeluaran, sifat konsentrasi, hitung keseimbangan cairan.
4. Pertahankan pemasukan total cairan 2000 cc/24 jam dalam toleransi kardiovaskuler.
5. Berikan diet rendah natrium atau garam.

4. Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi; kelemahan Tujuan : ADL dan kebutuhan beraktifitas pasien terpenuhi secara adekuat.
Intervensi:
1. Kaji toleransi pasien terhadap aktifitas menggunakn termometer berikut : nadi 20/m diatas frekuensi nadi istirahat, catat peningkatan tekanan darah, Dispenia, nyeri dada, kelelahan berat, kelemahan, berkeringat, pusing atau pingsang.
2. Tingakat istirahat, batasi aktifitas pada dasar nyeri atau respon hemodinamik, berikan aktifitas senggang yang tidak berat.
3. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktifitas contao ; penurunan kelemahan dan kelelahan, tekanan darah stabil, peningkatan perhatian pada aktifitas dan perawatan diri.
4. Dorong memjukan aktifitas atau toleransi perawatan diri.
5. Anjurkan keluarga untuk membantu pemenuhan kebutuhan ADL pasienn.
6. Anjurakan pasiien menghindari peningkatan tekanan abdomen, mengejan saat defekasi.
7. Jelasakn pola peningkatan bertahap dari aktifitas, contoh : posisi duduk diatas tempat tidur bila tidak ada pusing dan nyeri, bangun dari tempat tidur, belajar berdiri dst.

5. Kurang pengetahuan mengenai penatalaksanaan terapi dan perawatan b/d misinterpretasi informasi Tujuan : Kebutuhan pengetahuan terpenuhi secara adekuat.
Intervensi :
1. Identifikasi dan ketahui persepsi pasien terhadap ancaman atau situasi. Dorong mengekspresikan dan jangan menolak perasaan marah, takut dll.
2. Mempertahankan kepercayaan pasien ( tanpa adanya keyakinan yang salah )
3. Terima tapi jangan beri penguatan terhadap penolakan
4. Orientasikan klien atau keluarga terhadap prosedur rutin dan aktifitas, tingkatkan partisipasi bila mungkin.
5. Jawab pertanyaan dengan nyata dan jujur, berikan informasi yang konsisten, ulangi bila perlu. 6. Dorong kemandirian, perawatan diri, libatkan keluarga secara aktif dalam perawatan.

6. Pola nafas tidak efektif b/d penurunann ekspansi paru. Tujuan : Pola nafas yang efektif. Intervensi:
1. Pantau tingkat pernafasan dan suara nafas.
2. Atur posisi fowler atau semi fowler.
3. Sediakan perlengkapan penghisapan atau penambahan aliran udara.
4. Berikan obat sesuai petunjuk.
5. Sediakan oksigen tambahan.
























BAB IV PENUTUP
4.1  KESIMPULAN
Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda.
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain : Faktor Prenatal dan factor genetic. Penyakit jantung bawaan dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Penyakit jantung bawaan non-sianotik:
2. Penyakit jantung bawaan sianotik: Penatalaksanaan meliputi : Pembedahan dan non pembedahan.

















DAFTAR PUSTAKA
1. A.H Markum,1991,Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak,jilid 1, Jakarta ,Fakultas kedokteran UI
2. Sariadai, S.kp & Rita Yuliani, S.kp. Asuhan Keperawatan Pada Anak. PT. Fajar interpratama. Jakarta
3. Carpenito J.Lynda,2001,Diagnosa Keperawatan,edisi 8,Jakarta,EGC
4. Doengoes, Marylin E. (2000). Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 3 EGC. Jakarta 6. Ngastiah.1997.Perawatan Anak Sakit, Jakarta,EGC

Makanan yang mampu meningkatkan hemoglobin


Hemoglobin juga sering disingkat dengan darah HB. Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh.
Berikut adalah makanan yang mampu meningkatkan HB

1.) Meningkatkan HB dengan Biji labu

      Dalam 100 gram biji labu terdapat sekitar 15 miligram besi. Itu berarti 83% dari kebutuh harian zat besi yang disarankan untuk anda. Biji labu juga kaya akan omega-3 dan dapat membantu menurunkan kolesterol.

2.) Meningkatkan HB dengan Beras merah

      Beras merah menjadi cukup populer dewasa ini, karena kandungan seratnya yang tinggi sehingga baik untuk melancarkan pencernaan hingga membantu menurunkan berat badan. Beras merah juga mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan hemoglobin dalam darah.

3.) Meningkatkan HB dengan Kismis

      Produk buah yang satu ini juga dapat membantu meningkatkan hemoglobin. Kismis mengandung zat besi, serat, dan juga vitamin C (yang juga membantu penyerapan zat besi). Kismis adalah salah satu yang terbaik untuk mengatasi anemia.

4.) Meningkatkan HB dengan Bayam

      Sayur yang sangat akrab dihidangkan dalam menu makan orang Indonesia ini termasuk sumber zat besi terbaik dari kategori sayuran. Selain kandungan zat besinya, bayam juga mengandung vitamin B12 dan asam folat.

5.) Meningkatkan HB dengan Tahu

     Tahu adalah salah satu alternatif terbaik untuk meningkatkan asupan zat besi bagi mereka yang tidak makan daging (vegetarian). Dalam 100 gram tahu terkandung sekitar 5 miligram besi.

6.) Meningkatkan HB dengan Kentang

     Kentang adalah sumber zat besi yang cukup baik. Kentang juga mengandung vitamin C, yang mana baik untuk membantu penyerapan nutrisi oleh tubuh.

7.) Meningkatkan HB dengan Buah delima

       Delima juga sering direkomendasikan bagi mereka yang kekurangan zat besi. Buah sehat yang satu ini tidak hanya mengandung besi, namun juga ada kalsium dan magnesium yang penting untuk tubuh.

8.) Meningkatkan HB dengan Cokelat hitam

      Jika anda suka cokelat, maka anda sudah mencoba yang namanya cokelat hitam. Dalam cokelat hitam (setidaknya 80%) mengandung lebih dari 15 miligram zat besi untuk tubuh anda.

9.) Meningkatkan HB dengan Kacang-kacangan

      Semua jenis kacang-kacangan kaya akan zat besi. Kacang-kacangan termasuk kacang kedelai , kacang merah merah , buncis , kacang polong, kacang hitam , lentil, kacang fava . Makan Kacang-kacangan dalam diet harian Anda akan meningkatkan tingkat zat besi Anda .

10.) Meningkatkan HB dengan buah Bit

       Bit merupakan sumber yang kaya zat besi . Anda dapat makan bit dalam berbagai bentuk seperti salad , jus bit atau menyiapkan hidangan manis bit .

11.) Meningkatkan HB dengan Semangka

       Semangka menyediakan besi bersama dengan tingkat tinggi protein , karbohidrat , kalium , vitamin C dan vitamin B. Secara teratur memiliki buah ini dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Hal ini juga akan memberikan energi dan stamina tubuh Anda .

Manfaat cacing tanah untuk kesehatan


Cacing dikenali di kalang publik dengan tipe parasitnya, sistem kehidupan cacing tergantung jenisnya, ada banyak jenis cacing yang ada di dunia ini.
   Namun tahukah anda ternyata cacing tanah juga bermanfaat bagi manusia, selain cacing tanag menjadi penyubur tumbuhan, cacing tanah juga sangat bagus untuk kesehatan manusia. 

 


1.) Penyembuhan tifus.
     Tifus di akibatkan dari pertumbuhan bakteri salmonella dalam organ pencernaan kita. Dengan mengkonsumsi cacing tanah ternyata mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Cara mengkonsumsinya bisa di rebus dahulu lalu di buat bubuk cacing tanah yang nantinya di minum bersama madu. Cara pengobatan tersebut di afirmasi oleh ahli farmakologi.

2.)Obat Diare.
      Diare adalah penyakit yang cukup lazim di alami setiap orang. Cacing tanah sebagai salah satu obat tradisional bisa menyembuhkan penyakit ini. Sifat cacing tanah menjadi antibakteri bagi bakteri E.Coli dan shigella yang  menjadi penyebab diare.


3.) Melancarkan Sirkulasi darah.
      Cacing tanah memiliki enzim yang mampu untuk menghancurkan lemak jahat di system sirkulasi darah kita. Sehingga system peredaran darah kita akan menjadi lebih lancar. Itulah mengapa cacing tanah juga digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan srtoke.

4.)Melancarkan Pencernaan.  
    Cacing tanah seperti diketahui mengandung banyak protein yang membantu proses aktivitas biologis tubuh. Kandungan enzim, seluosa, dan katalisator yang di butuhkan tubuh untuk proses metabolism banyak terdapat di dalam tubuh cacing tanah. Oleh sebab itu secara tidak langsung, cacing tanah mampu membantu melancarkan system pencernaan.

5.)Antipiretik.
    Ekstrak cacing tanah mengandung nitrogen dengan sifat basa. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi demam tinggi pada penyakit seperti tifus. Bahkan, riset IPB menunjukkan bahwa dengan menggunakan cacing tanah lebih efektif untuk mengurangi demam daripada menggunakan bahan kimia seperti parasetamol yang ada efek sampingnya.

6.) Menenangkan syaraf.      
     Pheretima yang terdapat dalam cacing tanah mempengaruhi system saraf manusia. Efeknya, kita akan merasa tenang, rasa sakit  berkurang, dan kejang-kejang bisa dihentikan. Sehingga, konsumsi cacing tanah cukup tepat saat dalam kondisi sakit gigi, pusing, atau kondisi rematik yang mana kita merasa sakit luar biasa di bagian tubuh tertentu.

7.)Meningkatkan energy
     Cacing tanah mengandung taurin yang mampu meningkatkan proses metabolism lemak yang kemudian di ubah menjadi ATP atau energy. Efek tersebut berlaku bagi siapa saja termasuk bagi wanita yang sedang menjalani program diet.

8.)Menyembuhkan luka.
    Cacing tanah mengandung asam arakidonat yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan sel-sel baru. Kondisi tersebut baik untuk proses penyembuhan luka yang membutuhkan pergantian sel mati menjadi sel-sel baru.

9.) Meningkatkan nafsu makan.
      Di sadari atau tidak bahwa cacing tanah mengandung banyak protein dimana adanya kandungan enzim yang membantu proses metabolism dalam tubuh. Itu akan membuat system pencernaan kita berjalan dengan baik dan dikondisikan tetap merasa nyaman. Kondisi organ pencernaan yang terjaga fungsinya akan menstimulus dorongan pola makan yang proporsional yang dibutuhkan tubuh.

7 kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada

Assalamualaikum..wr..wb.
SegaLa kondisi yang mengurangi pergerakan dinding dada menyebabkan penurunan ventilasi. Jika diafragma tidak secara penuh menurun saat bernafas, maka volume udara yang dihirup menurun sehingga penyampaian oksigen ke alveoli dan jaringan berkurang.
1.) KEHAMILAN
      Selama perkembangan janin pada waktu kehamilan, pembesaran uterus menekan isi abdomen keatas melawan diafragma. Pada trisemester terakhir kehamilan, kapasitas inspirasi menurun sehingga menyebabkan dispnea akibat peningkatan tenaga dan kelelahan.
2.) OBESITAS
      Klien yang menderita obesitas mengalami penurunan volume paru akibat beratnya toraks bagian bawah dan abdomen, terutama ketika dalam posisi berbaring dan telentang. Klien dengan obesitas mengalami penurunan pengembangan akibat perluasan abdomen kedalam rongga dada, meningkatnya kerja pernapasan, dan penurunan volume paru. Pada beberapa klien sindroma obesitas-hipoventilasi terjadi dimana oksigen menurun dan karbon dioksida ditahan. Klien obesitas juga rentan terhadap pneumonia setelah operasi atau infeksi saluran pernapasan atas karena paru tidak secara penuh mengembang dan lobus paling bawah menahan sekret paru.
3.) KELAINAN MUSKULOSKELETAL
      Kelainan muskuloskeletal pada daerah toraks mengurangi oksigenasi. Kelainan tersebut disebabkan karena konfigurasi stuktur yang abnormal, trauma, penyakit moskular, dan penyakit sistem saraf pusat. Konfigurasi struktur yang abnormal mengganggu oksigenasi termasuk semua yang memengaruhi sangkar iga, seperti pectus axcafatum, dan kolumna vertebralis seperti kifosis, lordosis, atau skoliosis.
4.) TRAUMA
      Fraktur iga multipel menyebabkan flail chest, suatu kondisi dimana fraktur menyebabkan ketidakstabilan pada bagian dari dinding dada. Ketidak stabilan dinding dada menyebabkan paru yang berada di bawah daerah yang mengalami trauma gagal untuk berkontraksi saat inspirasi dan mengembung saat ekspirasi, menyebabkan hopoksia. Insisi pada bagian dada atau abdomen bagian atas juga mengurangi pergerakan dinding dada yang digunakan klien melalui pernapasan yang dangkal untuk meminimalkan pergerakan dinding dada untuk menghindari rasa sakit. Dosis opioid yang tinggi atau berlebihan menekan pusat pernapasan, selanjutnya menurunkan kecepatan pernapasan dan pengembangan dinding dada.
5.) PENYAKIT NEUROMUSKULAR
      Penyakit neuromuskular memengaruhi jaringan yang teroksigenasi dengan mengurangi kemampuan klien untuk mengembangkan dan mengontraksikan dinding dada. Ventilasi terganggu, dan etelektasis, hiperkapnia, dan hipoksemia terjadi. Myastenia gravis, sindroma Buillain -Barre, dan poliomielitis menyebabkan hipoventilasi.
6.) GANGGUAN SISTEM SARAF PUSAT
      Penyakit atau trauma yang meliputi medula oblongata dan kordaspinalis menyebabkan gangguan pernapasan. Ketika modula oblongata terkena, terjadi kerusakan regulasi persarafan pernapasan dan pola pernapasan abnormal. Ketika nervus frenikus rusak, diafragma tidak dapat turun dengan baik, sehingga menyebabkan volume paru saat inspirasi berkurang dan mengakibatka hipoksemia. Trauma servikal pada C3-C5 biasanya mengakibatkan paralisis nervus frenikus. Trauma korda spinalis dibawah vertebra servikal kelima biasanya nervus frenikus tetap utuh tetapi merusak nervus yang berinervasi di otot-otot interkostalis sehingga menahan pengembangan dada anteroposterior.
7.) PENGARUH PENYAKIT KRONIS
      Osigenasi menurun sebagai kosekuensi langsung dari penyakit kronis. Hal ini juga bisa menjadi efek sekunder, sama dengan anemia. Respons fisiologi terhadap hipoksemia kronis adalah perkembangan yang meningkat dari sel sel darah merah (polisitemia). Ini merupakan respons adaptasi tubuh untuk meningkatkan jumlah hemoglobin dan meningkatkan kemampuan bagian yang mengikat oksigen.
Sekian postingan kali ini saya ucapkan terimakasih telah berkunjung ke blog saya.
Assalamualaikum.wr..wb.

Makalah KIS (kartu indonesia sehat)

Kata pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang “KIS”
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang “KIS” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
                                                                                       pantonlabu, 29 MEI 2016
                                                                                                    Penyusun


Daftar isi..
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang . 1
Rumusan Masalah . 3
Tujuan Penulisan . 3
Manfaat Penulisan . 4
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Sejarah KIS . 5
2.2 Pengertian KIS 5
2.3 Perbedaan KIS dan BPJS 7
2.4 Cara mengrurus kartu KIS 8
2.5 Pro dan kontra 9

BAB III
PENUTUP
3.1 Rangkuman. 11
3.2 Saran . 11
DAFTAR PUSTAKA 12


BAB I
PENDAHULUAN
latar belakang
Sejarah perkembangan kesehatan masyarakat berkembang pada awal abad Ke 16 Pemerintahan Belanda mengadakan upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti masyarakat pada waktu itu. Sehingga berawal dari wabah kolera tersebut maka pemerintah Belanda pada waktu itu melakukan upaya-upaya kesehatan masyarakat. Tahun 1807 Pemerintahan Jendral Daendels, telah dilakukan pelatihan dukun bayi dalam praktek persalinan. Upaya ini dilakukan dalam rangka upaya penurunan angka kematian bayi pada waktu itu, tetapi tidak berlangsung lama, karena langkanya tenaga pelatih.
Pada Tahun 1888 Berdiri pusat laboratorium kedokteran di Bandung, yang kemudian berkembang pada tahun-tahun berikutnya di Medan, Semarang, surabaya, dan Yogyakarta. Laboratorium ini menunjang pemberantasan penyakit seperti malaria, lepra, cacar, gizi dan sanitasi. Tahun 1925 Hydrich, seorang petugas kesehatan pemerintah Belanda mengembangkan daerah percontohan dengan melakukan propaganda (pendidikan) penyuluhan kesehatan di Purwokerto, Banyumas, karena tingginya angka kematian dan kesakitan.
Tahun 1927 STOVIA (sekolah untuk pendidikan dokter pribumi) berubah menjadi sekolah kedokteran dan akhirnya sejak berdirinya UI tahun 1947 berubah menjadi FKUI. Sekolah dokter tersebut punya andil besar dalam menghasilkan tenaga-tenaga (dokter-dokter) yang mengembangkan kesehatan masyarakat Indonesia. Tahun 1930 Pendaftaran dukun bayi sebagai penolong dan perawatan persalinan
Tahun 1935 Dilakukan program pemberantasan pes, karena terjadi epidemi, dengan penyemprotan DDT dan vaksinasi massal. Tahun 1951 Diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) oleh Dr.Y. Leimena dan dr Patah (yang kemudian dikenal dengan Patah-Leimena), yang intinya bahwa dalam pelayanan kesehatan masyarakat, aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Diyakini bahwa gagasan inilah yang kemudian dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di tiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970 dan kemudian disebut Puskesmas.
Tahun 1952 Pelatihan intensif dukun bayi dilaksanakan. Tahun 1956 Dr.Y.Sulianti mendirikan “Proyek Bekasi” sebagai proyek percontohan/model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan, sebuah model keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis. Tahun 1967 Seminar membahas dan merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu sesuai dengan masyarakat Indonesia. Kesimpulan seminar ini adalah disepakatinya sistem Puskesmas yang terdiri dari Puskesmas tipe A, tipe B, dan C.
Tahun 1968 Rapat Kerja Kesehatan Nasional, dicetuskan bahwa Puskesmas adalah merupakan sistem pelayanan kesehatan terpadu, yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah (Depkes) menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas disepakati sebagai suatu unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh dan mudah dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya/kabupaten.
Tahun 1969 Sistem Puskesmas disepakati dua saja, yaitu tipe A (dikepalai dokter) dan tipe B (dikelola paramedis). Pada tahun 1969-1974 yang dikenal dengan masa Pelita 1, dimulai program kesehatan Puskesmas di sejumlah kecamatan dari sejumlah Kabupaten di tiap Propinsi. Tahun 1979 Tidak dibedakan antara Puskesmas A atau B, hanya ada satu tipe Puskesmas saja, yang dikepalai seorang dokter dengan stratifikasi puskesmas ada 3 (sangat baik, ratarata dan standard). Selanjutnya Puskesmas dilengkapi dengan piranti manajerial yang lain, yaitu Micro Planning untuk perencanaan, dan Lokakarya Mini (LokMin) untuk pengorganisasian kegiatan dan pengembangan kerjasama tim.
Tahun 1984 Dikembangkan program paket terpadu kesehatan dan keluarga berencana di Puskesmas (KIA, KB, Gizi, Penaggulangan Diare, Immunisasi) Awal tahun 1990-an Puskesmas menjelma menjadi kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga memberdayakan peran serta masyarakat, selain memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Berdasarkan Sejarah perkembangan kesehatan masyarakat. Bangsa Indonesia mengeti betul akan pentingnya kesehatan bagi warganya, hal tersebut tercantum dalam Undang-undang dasar 1945 pasal 32 (ayat 2) menyebutkan bahwa “Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”, asas manfaat, dan asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang bertujuan menjamin agar masyarakat memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
Apa itu  sebenarya yang di katakana dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat).

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan umum 
Untuk mengetahui lebih jelas dengan program KIS (Kartu Indonesia Sehat).

Tujuan khusus
1. Mendeskripsikan pengertian dari KIS (Kartu Indonesia Sehat).
2. Untuk mengetahui kelebihan program KIS (Kartu Indonesia Sehat).
3. Menjelaskan secara detail tentang KIS (Kartu Indonesia Sehat).
4. Untuk mengetahui keunggulan KIS (Kartu Indonesia Sehat).

1.4 Manfaat Penulisan
Bagi mahasiswa
Dengan adanya makalah ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan KIS (Kartu Indonesia Sehat).

Bagi institusi
Dapat dijadikan tambahan referensi perpustakaan berkaitan dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat).




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah KIS (kartu ndonesia sehat)
Kita mengenal KIS sebagai produk kampanye calon Presiden Republik Indonesia tahun 2014, Joko Widodo. Setelah dilantik menjadi Presiden ke-7 Indonesia, para pihak berwenang menjelaskan KIS adalah program perluasan keanggotaan JKN untuk masyarakat miskin dan Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang belum terdaftar sebagai peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Pada masa tersebut masyarakat masih menganggap KIS adalah kartu gratisan untuk warga miskin sesuai penjelasan para pihak berwenang. Kemudian bahwa pada tanggal 1 Maret 2015 telah ditetapkan bahwa KIS adalah kartu identitas peserta JKN. Pemerintah berharap KIS tidak lagi dianggap sebagai kartu milik orang miskin.
Pada tanggal 24 Agustus 2015 beredar KIS untuk peserta JKN yang mendaftar secara online. Kartu lama masih tetap berlaku.
2.2 Pengertian KIS (Kartu Indonesia Sehat)
Kartu Indonesia Sehat (KIS) sendiri adalah kartu yang memiliki fungsi untuk memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. Penggunanya sendiri dapat menggunakan fungsi KIS ini di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut. Kartu ini sendiri merupakan program yang bertujuan untuk melakukan perluasan dari program kesehatan yang sebelumnya yaitu BPJS Kesehatan yang telah diluncurkan oleh mantan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada tanggal 1 Maret 2014 kemarin
KIS (Kartu Indonesia Sehat) adalah kartu yang memberikan jaminan pada pemegangnya untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat miskin terhadap kesehatan. KIS akan diberikan kepada anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga tidak menggeser Sistem JKN. Dalam pelaksanaannya, pemerintah telah menunjuk BPJS Kesehatan sebagai penyelenggaranya.
“KIS hanya kartunya, dan tidak akan menggantikan JKN. Bahkan para anggota JKN yang memegang KIS akan mendapatkan sejumlah benefit, salah satunya edukasi.” kata Menteri Kesehatan, Nila Moeloek.
Adapun keluarga miskin yang menjadi penerima bantuan iuran JKN, yaitu sebanyak 86,4 jiwa, akan tetap ditanggung dengan Kartu Indonesia Sehat. Namun, anak dari keluarga miskin bisa langsung menggunakan Kartu Indonesia Sehat tanpa harus mendaftar lagi.
Pada tahap pertama sampai akhir 2014 itu, KIS akan dibagikan ke 19 provinsi. Sedangkan provinsi lainnya akan disalurkan pada tahap selanjutnya. Pada 2015, diharapkan seluruh penduduk prasejahtera di Indonesia sudah memiliki kartu tersebut. Pendistribusian akan dibantu oleh PT Pos Indonesia dan perbankan nasional yaitu Bank Mandiri.
Terkait dengan biaya premi KIS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Akmal Taher mengatakan, untuk saat ini biaya premi di Kartu Indonesia Sehat sama dengan JKN.
“Sama untuk preminya karena sementara ini memakai anggaran 2014,” ujar Akmal seperti dikutip Tempo, Minggu (02/11/2014) kemarin. Karena itu, biaya untuk menanggung mereka yang ikut dalam KIS tidak berubah sampai akhir 2014. “Sesuai anggaran,” ujar beliau.

Biaya premi yang dibayarkan masyarakat di JKN akan sama dengan KIS. JKN terbagi dalam tiga kelas, yakni Kelas 1 dengan harga Rp 59.500, kelas 2 Rp 42.500, dan kelas 3 Rp 25.500. “Jadi, sementara akan sama,” kata dia. Masyarakat akan membayar harga sesuai kelas mana dan kesanggupan mereka membayar premi per bulan.
Bagaimana cara menggunakannya? Ternyata sangat mudah, pemilik kartu hanya tinggal menunjukkan Kartu Indonesia Sehat saat sedang berobat di puskemas dan rumah sakit.
2.3 perbedaan KIS dengan BPJS
Sama-sama sebagai program fasilitas kesehatan dari negara, ternyata KIS dan BPJS Kesehatan memang memiliki perbedaan. Perbedaan utamanya sebenarnya nampak dengan jelas pada sasaran atau orang yang menerimanya. Jika BPJS merupakan sebuah program yang anggotanya harus mendaftar dan membayar iuran, maka KIS anggotanya diambil dari masyarakat yang tidak mampu dan pemberian kartunya ditetapkan oleh pemerintah serta pembayaran iurannya ditanggung oleh pemerintah. Perbedaan lain dari BPJS dan KIS adalah:

KIS merupakan jaminan kesehatan yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mampu, sedangkan BPJS yaitu sebuah badan atau lembaga yang menyelenggarakan dan mengelola jaminan kesehatan tersebut.
KIS hanya diperuntukan bagi seseorang yang di mana kondisi ekonominya sangat lemah, sedangkan BPJS merupakan jaminan kesehatan yang diwajibkan bagi setiap warga Negara Indonesia baik yang mampu atau pun tidak mampu. Bagi rakyat yang tidak mampu, iurannya ditanggung oleh pemerintah.
Pemakaian KIS dapat dilakukan di mana saja, baik di klinik, puskesmas atau di rumah sakit mana pun yang ada di Indonesia. Sedangkan pemakaian BPJS hanya berlaku di klinik atau puskesmas yang telah didaftarkan saja.
KIS dapat digunakan tidak hanya untuk pengobatan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk melakukan pencegahan. Sedangkan penggunaan BPJS hanya dapat digunakan jika kondisi kesehatan peserta sudah benar-benar sakit atau harus dirawat.
KIS merupakan jenis jaminan kesehatan yang mendapatkan subsidi dari pemerintah, sedangkan pengguna BPJS diwajibkan untuk membayar iuran setiap bulannya dengan jumlah yang telah ditentukan.
2.4 Tata Cara Mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Berikut tahapan mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS):
- Datang ke kantor pos terdekat dengan membawa Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang masih berlaku. Jika KPS hilang, akan dilakukan proses pemeriksaan tambahan oleh Dinas Sosial (Dinsos) atau aparat atau petugas pemda yang ditunjuk.
- Petugas kantor pos kemudian akan memverifikasi data yang bersangkutan dengan data milik kantor pos. Jika cocok, maka petugas akan langsung memberikan KIS, KIP, dan KKS, dan satu SIM card untuk diaktifkan pada telepon seluler yang mereka miliki. Jumlah kartu juga akan disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Misal, untuk satu keluarga dengan anggota seorang bapak, ibu, dan dua anak usia sekolah, akan diberikan satu KKS, empat KIS, dan dua KIP.
- Apabila  anak yang masih bersekolah belum menerima KIP, maka orang tua cukup membawa identitas diri/KTP dan KKS, ke pihak sekolah, dan pihak sekolah akan meneruskan data itu ke dinas pendidikan hingga kementerian pendidikan.
- Petugas akan memberikan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Simcard atau e-Cash Mandiri yang berisi uang elektronik.Juga diberikan KIS dan KIP.
Masyarakat akan tahu saldo simpanan dari handphone miliknya. Nomor telepon di SIM card berfungsi ganda sebagai nomor rekening untuk penyaluran simpanan keluarga sejahtera (KKS). Setiap keluarga mendapat dana Rp 200.000 per bulan yang disalurkan melalui nomor rekening tersebut. Jika warga ingin mengambil dana tersebut secara tunai, mereka bisa datang ke kantor pos atau ke beberapa agen yang ditunjuk nantinya seperti minimarket atau sejenisnya. Warga bisa melihat penyaluran dana tersebut melalui aplikasi *141*6# dari ponsel masing-masing.
2.5 Pro dan Kontra Kartu Sakti Jokowi
Senin (13/11/14) pemerintah Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan tiga kartu 'sakti'. Yaitu, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Baru diluncurkan, tapi program ini sudah mengundang pro dan kontra. Antara lain, mengenai payung hukumnya. Mengingat, peluncurannya terkesan mendadak dan terburu-buru.
Seperti disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani beberapa waktu lalu. Menurutnya, saat ini masih dalam proses menyiapkan payung hukum untuk program perlindungan sosial tersebut. “Nantinya payung hukum untuk KIS, KIP, dan KKS dapat berbentuk instruksi presiden (inpres) atau keputusan presiden (keppres)” ,ujar beliau.
Pakar hukum tata negara Margarito  menyarankan Jokowi segera menangguhkan program KIS, KIP dan KKS yang telah diluncurkan pada (3/11/14). Karena tiga kartu itu tidak memiliki payung hukum yang jelas. Margarito menjelaskan, program Jokowi itu digulirkan tanpa mengacu pada program yang tertera di APBN. Atas dasar itu, pelaksanaan KIS dan KIP harusnya ditangguhkan untuk terhindar dari masalah pada kemudian hari.
Sementara itu, anggota DPR Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul (kanan) dan Melani Leimena Suharli (kiri) melambaikan tangan usai Sidang Paripurna terakhir di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/14). Sidang Paripurna tersebut merupakan sidang terakhir bagi anggota DPR RI periode 2009-2014 yang akan digantikan oleh anggota DPR terpilih yang akan dilantik pada Rabu (1/10/14). Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan penerbitan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tak perlu diperdebatkan. “Demokrat tak mempersoalkan terbitnya kartu itu”, ujar beliau. “Kami positive thinking saja,” kata Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (7/11/14). “Kartu ini penjelmaan dari SBY yang dulu.”
DPR adalah salah satu sumber pengkritik kebijakan yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada awal pekan ini. Menurut Ruhut, kalangan DPR mestinya instropeksi diri karena kartu itu memang harus direalisasikan.
Tapi Imam Nasef, peneliti pada Divisi Kajian Hukum Tata Negara SIGMA, menilai penerbitan KIS, KKS, dan KIP oleh Presiden Jokowi telah mengabaikan konstitusi. Menurutnya kebijakan itu tak memiliki dasar hukum. Menurut Imam sangat tabu dan tidak mungkin suatu tindakan dilakukan lebih dulu ketimbang dasar hukumnya. Sebab itu bisa saja membuat tindakan atau kebijakan Presiden melanggar hukum.
“Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 sangat jelas menyebutkan, maka konsekuensinya seluruh tindakan pemerintah wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk tindakan menerbitkan KIS, KIP dan KKS, itu harus memiliki dasar hukum,” ujar beliau.
Tapi Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan program itu sudah punya dasar hukum. Sebab KIS hanyalah program Jaminan Kesehatan Nasional yang diperbaiki. "Yang berubah nama kartunya, dan cakupan serta manfaatnya diperluas," kata Menteri Nila, di Jakarta, pada Rabu (5/11/14).
Kepala Badan P‎endidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri mengatakan dasar hukum program itu sama dengan JKN, yakni Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 soal Sistem Jaminan Sosial, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 soal BPJS, dan UUD 45 pasal 34

BAB III
PENUTUP
3.1 rangkuman
Pada hari senin (13/11/14) pemerintah Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan tiga kartu 'sakti'. Yaitu, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Sebenarnya KIS (kartu Indonesia sehat) itu sama dengan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), hanya beda beda tipis dimana perbedaanny tidak begitu menonjol, hanya saja KIS (kartu Indonesia sehat) program dari jokowi, dan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) program dari SBY.

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah Nama untuk Program Jaminan Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penduduk Indonesia, khususnya fakir miskin dan tidak mampu serta iurannya dibayarkan oleh pemerintah. BPJS Kesehatan adalah Badan Hukum Publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan SJSN (JKN). Jadi, KIS adalah program sementara BPJS Kesehatan adalah badan yang ditugaskan untuk menjalankan program tersebut.

3.2 SARAN
Setelah membaca tulisan ini, semoga masyarakat Indonesia sadar betapa pentingnya hidup sehat, segera meninggalkan kebiasaan malas unuk berobat dan tidak adalagi  alasan bagi masyarakat berobat itu mahal.

DAFTAR PUSTAKA

Kurnia,Reza.2015.” Kartu Indonesia Sehat: Pengertian dan Manfaat yang Diberikan” https://www.cermati.com/artikel/kartu-indonesia-sehat-pengertian-dan-manfaat-yang-diberikan
Pramotp,Arif Aji.2016.” Implementasi inpres no 07 tahun 2014 tentang Program kartu indonesia sehat di kelurahan Sempaja selatan kecamatan samarinda Utara kota samarinda” http://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2016/ 03/Jurnal%20Arif%20(03-02-16-04-17-54).pdf
liputan6.2014.” JK Paparkan Beda Kartu Indonesia Sehat dan BPJS Kesehatan” http://news.liputan6.com/read/2128483/jk-paparkan-beda-kartu-indonesia-sehat-dan-bpjs-kesehatan
Wikipedia.2015” Kartu Indonesia Sehat” https://id.wikipedia.org/w/index.php? title=Kartu_ Indonesia_ Sehat&action=edit&section=1
Dewasasri M Wardani.2014.” Tata Cara Memperoleh Kartu Sakti” http://www.satuharapan.com/ read-detail/read/tata-cara-memperoleh-kartu-sakti

Arti mimpi




ASSALAMUALAIKUM WR…WB…

Semua orang pasti mengalami mimpi, bahkan mimpi juga sering dikatakan dengan istilah bunga tidur, tetapi apa sebenarnya mimpi itu. Berikut penjelasannya menurut buku FUNDAMENTALS OF NURSING


MIMPI





Meskipun mimpi terjadi dikedua fase tidur NREM dan REM, tetapi mimpi pada tidur REM lebih hidup dan rumit, beberpa orang percaya bahwa mimpi-mimpi tersebut secara fungsional penting untuk belajar pengolahan memori serta adaptasi terhadap stres (Stickgold, 2005). Isi dari mimpi REM mengalami kemajuan sepanjang malam, dari mimpi tentang peristiwa terkini hingga kemimpi yang bersifat emosional pada masa kanak-kanak atau masa lalu. Kepribadian memengaruhi kualitas dari mimpi ; misalnya, orang kreatif memiliki mimpi yang rumit dan kompleks, sementara orang yang tertekan mengalami mimpi ketidak berdayaan.

Kebanyakan orang bermimpi tentang kekhawatiran yang sedang berlangsung, seperti pertengkaran dengan pasangan atau kekhawatiran atas pekerjaan.
Kadang-kadang seseorang tidak menyadari ketakutan yang meraka rasakan yang diwakili dalam mimpi aneh. Psikolog klinis mencoba menganalisis sifat simbolik dari mimpi sebagai bagian dari psikoterapi klien. Kemampuan untuk menggambarkan mimpi dan menafsirkan maknanya kadang-kadang membantu menyelesaikan masalah pribadi atau ketakutan-ketakutannya.

Teori lain mengatakan bahwa mimpi menghapus fantasi tertentu atau kenangan tidak masuk akal. Karena kebanyakan orang melupakan mimpi mereka, hanya sedikit yang ingat mimpi atau tidak percaya mimpi mereka sama sekali. Untuk mengingat mimpi, seseorang harus berfikir secara sadar tentang hal tersebut pada saat bangun. Orang orang yang dapat mengingat mimpi dengan jelas biasanya terbangun hanya setelah periode tidur REM.

Sumber => buku FUNDAMENTALS OF NURSING


Sekian semoga bermanfaat. Assalamualaikum..wr..wb.

5 macam buah yang sering kita jumpai mampu menurunkan kolestrol

Jeruk nipis
Hasil gambar untuk jeruk nipis

Jeruk nipis mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat menghambat produksi kolesterol LDL, sehingga otomatis akan mengurangi resiko serangan jantung. Selain pada jeruk nipis, flavonoid juga banyak ditemui pada teh, tomat, brokoli, kedelai, delima, serta bawang merah dan bombay.
Tomat
Hasil gambar untuk tomat
Buah-buahan berwarna merah memang jitu menciptakan antioksidan yang sangat berguna bagi tubuh. Terkhusus untuk tomat, selain mampu menurunkan kadar kolesterol jahat karena antioksidannya, buah yang satu ini juga kaya likopen yang menghindarkan Anda dari serangan jantung maupun stroke. 

Alpukat
Hasil gambar untuk alpukat 

 ada anggapan bahwa alpukat adalah buah yang mengandung banyak lemak dan tidak baik untuk kesehatan. Alpukat memang mengandung banyak lemak, yaitu sekitar 16 persen. Tetapi lemak pada alpukat adalah lemak yang menyehatkan, karena 63% penyusunnya adalah asam lemak tak jenuh, terutama asam lemak tidak jenuh tunggal.
Mengonsumsi alpukat justru akan membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang sangat buruk bagi kesehatan. Lemak tak jenuh pada alpukat berfungsi sebagai antioksidan yang berkhasiat menjaga pebuluh darah kita dari kerusakan arteri akibat penumpukan kolesterol LDL (low density lipoprotein).

Nanas
Hasil gambar untuk nanas
Tidak begitu tenar dikonsumsi, khususnya oleh para perempuan, nyatanya buah yang satu ini memiliki segudang manfaat yang dijamin membuat Anda lebih sehat. Salah satunya adalah mencegah kolesterol jahat muncul di tubuh Anda. Buah berwarna kuning dan rasanya sedikit asam ini mengandung enzim bromelain yang mampu memecah lemak jahat begitu masuk ke tubuh. Jadi, kolesterol jahat sudah dihancurkan oleh nanas, bahkan sebelum mereka berkembang. 

Mangga
Hasil gambar untuk mangga
Mangga mengandung banyak serat prebiotik yang membantu menurunkan kadar kelesterol jahat dalam darah. Selain serat, ada juga pectin dan vitamin C yang mampu mengikis kolesterol LDL. Vitamin C ini akan mencegah kolesterol LDL teroksidasi, sehingga penumpukan plak dalam pembuluh darah bisa dihindari.