Cara mudah mengetahui, mencegah,dan mengobati penyakit ATELEKTASIS



Atelektasis
            Atelektasis merupakan keadaan dimana keadaan dimana sebagin atau seluruh paru-paru mengerut akibat penyumbatan saluran udara ( bronkus mauoun bronkiolus ) atau akibat pernapasan yang sangat dangkal. Atelektasi dapat terjadi dalam beberapa bentuk atau dapat mengenai bagian paru paru tertentu, dengan sindrom yang berbeda-beda.
Sindroma lobus medialis
            Sindroma lobus medialis merupakan atelaktasis jangka panjang dimana lobus media (tengah) paru-patu kanan mengerut. Umumnya yang menjadi penyabab hal ini adalah penekanan bronkus oleh tumor atau pembesaran kelenjar getah bening disekitarnya. Paru-paru yang tersumbat dan mengerut dapat berkembang menjadi pneumonia yang tidak dapat sembuh total atau peradangan kronis, jaringan parut, dan bronkiektasis.
Atektasis percepatan
            Atektasis percepatan biasanya terjadi pada pilot pesawat tempur. Penerbangan kecepatan tinggi akan menutup saluran pernapasan kecil sehingga menyebabkan alveoli (kantong udara kecil diparu-paru) menciut.
Mikro atelektasis tersebar atau terlokalisasi
            Pada saat ini sitem pelumasan (surfaktan) paru-paru terganggu. Surfaktan adalah zat yang melapisi alveoli berfungsi sebagai menurunkan tegangan permukaan sehingga mencegah pengerutan.
            Bila bayi prematur kekurangan surfaktan, meraka akan mengalami sindroma pernapasan gawat. Pada oarang dewasa, mikroateleksis terjadi karena terapi oksigen yang berlebihan, inpeksi berat dan luas (sepsis) serta faktor lainnya yang mengakibatkan kerusakan lapisan alveoli.


Penyebab
            Penyebab utama terjadinya atelektasi adalah penyumbatan pada suatu bronkus. Bronkus adalah 2 cabang utama kerongkongan (trakea) yang langsung menutu paru paru. Penyumbatan juga dapat terjadi pada saluran pernapasan yang lebih kecil.
            Penyumbatan bisa disebabkan oleh adanya gumpalan lendir, tumor, atau benda asing yang terhisap masuk kedalam bronkus. Atau bronkun bisa pula tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar, seperti tumor atau pembesaran kelenjar getah bening.
            Jika saluran pernapasan tersumbat, udara didalam alvioli akan terserap kedalam aliran darah sehingga alveoli menciut dan memadat. Jarungan paru-paru yang mengerut biasanya terisi dengan sel darah, serum, lendir, dan kemudian akan mengalami infeksi.
Faktor resiko terjadinya atelektasis
·         Pembiusan saat pembedahan
·         Tirah baring dalam waktu lama pada satu posisi
·         Pernapasan dangkal
·         Adanya penyakit paru-paru lainnya.


Gejala
            Atelektasis pada awalnya dapat terjadi secara perlahan dan hanya menyebabkan sesak napas ringan. Penderita sindroma lobus medialis mungkin tidak merasakan gejala samasekali, kecuali gejala batuk batuk pendek.


Diagnosis
            Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala daan hasil pemeriksaan fisik. Rontgen dada akan menunjukan adanya daerah bekas udara dipaaru-paru.untuk menemukan penyebab terjadinya penyumbatan mungkin perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan atau bronkoskopi serat optik.


Pengobatan
            Tujuan pengbatan adalah mengeluarkan nanah dari paru paru dan mengembangkan jaringan paru yang terkena nanah sehingga dapat berfungsi dengan baik kembali.
Tindakan yang dilakukan antara lain
·         Berbaring pada sisi paru yang sehat sehingga paru-paru yang terkena bisa mengambang kembali
·         Menghilangkan penyumbatan baik, melalui bronkoskopi maupun prosedur lainnya
·         Latihan menarik napas dalam (spirometri insentif)
·         Perkusi (menepuk nepuk) dada untuk mengencerkan dahk
·         Postural drainase
·         Antibiotic diberikan untuk semua infeksi
·         Pengobatan tumor atau kedaan lainnya
·         Padaa kasus tertentu, jika infeksinya bersifat menetap atu berulang, menyulitkan atau menyebabkan pendarahan, maka biasanya bagi paru-paru yang terkena mungkin perlu diangkat.
Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru paru yang mengempis akan mengembang kembali, dengan atau tanpa pembentukan jaringan parut ataupun kerusakan lainnya,
Pencegahan
            Untuk mencegah terjadinya atelektasis bisa dilkukan hal-hal berikut ini.
·         Setelah menjalani pembedahan, penderita harus didorong untuk bernapas dalam, batuk teratur, dan kembali beraktifitas secepat mungkin. Bagi penderita yang merokok dianjurkan secepat mungkin untuk berhenti. Jika memungkinkan, dalam kurun waktu 6 minngu sudah berhenti merokok.

·         Bagi yang memiliki kelainan dada atau keadaan neorologis yang menyebabkan pernapasan dangkan dalam waktu lama. Mungkin lebih baik bila menggunakan alat bantu mekanis untuk membantu pernapasannya. Alat bantu ini akan menghasilkan tekanan keparu-paru secara terus menerus meskipun pada akhir suatu pernapasan, saluran pernapasan tidak menciut.

penyakit Efusi pleura




Efusi pleura

Efusi pleura dimana keadaan terjadi pengumpulan cairan didalam rongga pleura, yaitu rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada. Dalam keadaan normal, hanya ditemukan sedikit cairan mirip lapisan tipis yang memisahkan kedua lapisan pleura dan yang berfungsi sebagai pelumas paru. Jika terjadi kelainan, maa cairan yang bisa terkumpul didalam rongga pleura dapat berupa darah, nanah, cairan seperti susu, dan cairan yang mengandung kolesterol tinggi.



Jenis jenis efusi pleura





Hemotoraksa

Disebut hemotoraks apabila rongga pleura tetisa darah. Keadaan ini biasanya terjadi karena cedera didada. Penyebab lainnya adalah pecahnya pembuluh darah yang kemudian mengalirkan darahnya kedalam rongga pleura, kebocoran eneurisma ourta (daerah yang menonjol seperti balon di pembuluh darah besar/ourta) yang kemudian mengalirkan darahnya kedalam rongga pleura, serta gangguan pembekuan darah. Darah didalam rongga pleura tidak membeku secara sempurna, sehingga ketika tetjafi trauma kecil saja, darah dengan mudah keluar.



Empiema

Apabila yang terkumpul didalam rongga pleura adalah nanah, maka hal ini disebut empiema. Empiema bisa terjadi jika pneumonia atau abses paru menyebar kedalam rongga pleura. Empiema juga bisa merupakan komplikasi dari infeksi di dada, pasca operasi dada, pecahnya pembuluh darah dikerongkongan, dan ada nanah atau abses di parut.



Kilotoraks

kilotoraks adalah sebutan untuk cairan seperti susu yang berkumpul didalam rongga dada. Hal ini biasanya disebabkan oleh suatu cedera pada saluran getah bening utama di dada (duktus torakikus) atau oleh penyumbatan jarena tumor.

Cara mudah mengetahui, mencegah, dan mengobati penyakit bronkitis



Bronkitis
Bronkitis adalah suatu peradangan yang terjadi pada bronkus (saluran udara keparu paru). Biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh total. Namun pada penderita yang menderita penyakit menahun (misalnya penyakit jandung atu paru paru) dan berusia lanjut, bronkitis busa menjadi kondisi yang serius.
Penyebab
Bronkitis dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain:
# bronkitis infeksiosa
Disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau organisme yang menyerupai bakteri (mycoplasma pneumoniae dan chlamydia). Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok, penderita penyekit paru paru, dan saluran pernapasan menahun. Infeksi berulang bisa terjadi akibat sinusitis kronis, bronkiektasis, alergi,pembesaran amandel, dan adenoid pada anak anak.
# bronkitis iritatif
Disebut iritatif karena bronkitis ini disebabkan oleh zat atau benda yang bersifat iritatif, seperti debu, asap (dari asam kuat, amonia, sejumlah pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida,dan bromin), polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida, serta tembakau dan rokok lainnya.
Gejala
Gejala yang dapat timbul antara lain:
# batuk berdahak, kadang berwarna merah
# sesak napas ketika berolahraga atau beraktivitas ringan
# sering menderita infeksi pernapasan (misalnya flu)
# bengek
# lelah
# pembengkakan bergelang kaki, kaki, dan tungkai kiri dan kanan
# wajah, Pipi, telapak tangan, atau selaput lendir berwarna kemerahan
# sakit kepala
# gangguan penglihatan
Bronkitis infeksiosa sering kali dimulai dengan gejala seperti flu, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan, dan nyeri tenggorokan. Awalnya batuk pada bronkitis tidak mengandung dahak, tetapi 1 hingga 2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau. Sesak napas pun dapat terjadi jika saluran udara tersumbat. Sering pula ditemukan bunyi napas mengi, terutama setelah batuk.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lain membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu. Pneumonia pun bisa terjadi.
Diagnosis
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir. Pada pemeriksaan dengan stetoskop akan terdengar dengan bunyi ronki atau bunyi pernapasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang umum dilakukan:
# tes fungsi paru paru
# analisa gas darah arteri
# foto rontgen dada
Pengobatan
Untuk mengurangi demam dan rasa nyeri pada tubuh, pada penderita dewasa bisa diverikan aspirin atau acetaminophen, sedangkan untuk anak anak sebaiknya hanya diberikan acetaminophen saja. Penderita dianjurkan untuk beristirahat dan meminum banyak air.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan penyebabnya karena infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetao tinggi) dan penderita yang sebelumnya menderita penyakit paru paru. Kepada penderita dewasa bisa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin, atau amoxicillin. Erythromycin diberikan jika dicurigai penyebabnya adalah mycoplasma pneumoniae. Sedangkan kepada penderita anak anak sebaiknya diberikan amoxicillin. Namun jika penyebabnya virus, antibiotik tidak diberikan.
Jika gejalanya menetap atau berulang, atau jika penyakitnya tergolong sangat berat, maka akan dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan pengantian antibiotik.

Cara mudah mengetahui, mencegah, dan mengobati penyakit bronkiolitis



Bronkiolitis
Bronkiolitis adalah suatu peradangan pada bronkiolus (saluran udara yang merupakan percabangan dari saluran udara pertama) yang biasanya direbabkan oleh infeksi virus.
Penyebab
Bronkiolitis umumnya disebabkan oleh virus, seperti RSV (respiratory syncytial virus) para infuenza, influenza, dan edenovirus. Virus ditularkan melalui percikan ludah. Meskipun pada orang dewasa, RSV hanya menyebabkan gejala yang ringan, tetapi pada bayi bisa menyebabkan penyakit yang berat.
Faktor resiko terjadi bronkiolitis :
# usia kurang dari 6 bulan
# tidak pernah mendapat ASI
# lahir prematur
# menghirup asap rokok
Gejala
Gejala yang timbul dapat berupa:
# batuk
# napas bunyi / mengi
# gangguan pernapasan atau sesak
# warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen (sianosis)
# napas cepat (takipneu)
# retraksi interkostal (otot disela iga tertarik kedalam karena susah bernapas)
# pernapasan cuping hidung (cuping hidung kembang kempis)
# demam (pada bayi yang lebih muda, demam lebihbjarang terjadi)
Duagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan dengan stetoskop terdengan wheezing dan ronki. Pemeriksaan lain adalah rontgen dada dan analisis gas darah.
Pengobatan
Terkadang tidak perlu dibetikan pengobatan khusus, tetapi diperlukan adanya terapi suportif berupa:
# pemberian oksigen
# penempatan dilokasi yang udaranya lembab
# drainase postular atau menepuk dada untuk mengeluarkan lendir
# istirahat yang cukup
# pemberian cairan
Terkadang bayi mengalami kelelahan dan berhenti bernapas (apnea). Jika hal ini terjadi, lakukan napas buatan berupa intubasi dan pemasangan ventilator. Pada bayi yang sangat muda dan sakit berat, kadang diberikan obat antivirus ribavirin. Obat ini dapat mengurangi berat penyakit dan cukup efektif jika diberikan diawal timbulnya penyakit.
Prognosis
Prognosis atau perjalanan penyakit setelah satu minggu menunjukkan bahwa biasanya infeksi akan mereda dan gangguan pernapasan akan berkurang pada hari ketiga. Angka kematian yang terjadipun kurang dari 1% masa paling kritis adalah 48 hingga 72 jam pertama. Bronkiolitis ulang jarang sekali terjadi.
Pencegahan
Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya bronkiolitis :
# tidak membawa bayi berusia kurang dari 3 bulan ketempat umum, terutama jika tempat tersebut dipenuhi anak anak
# penderita infeksi saluran pernapasan harus mencuci tabgan atau menggunakan masker jika berdekatan dengan bayi.

Cara mudah mengetahui, mencegah, dan mengobati penyakit Bronkiektasis



Bronkiektasis
Bronkiektasis (bronchiectasis) salah satu perusakan dan pelebaran (dilatasi) abnormal dari saluran pernapasan sedang/ besar. Bronkiektasis bukan merupakan penyakit tunggal, dapat terjadi melalui berbagai cara dan merupakan akibat dari sejumlah keadaan yang mengenai dinding bronkial, baik secara langsung maupun tidak, yang mengganggu sistem pertahanannya. Keadaan ini mungkin menyebar luas atau bisa pula muncul disatu atau dua tempat saja.
Secara khusus, bronkiektasis menyebabkan pembesaran pada bronkusyang berukuran sedang, tetapi bronkus berukuran kecil yang berada dibawahnya sering membentuk jaringan parut dan menyempit. Terkadang bronkiektasis terjadi pada bronkus yang lebih besar, seperti yang terjadi pada aspergilosis bronkopulmoner alergika (suatu keadaan yang disebabkan oleh respon imunologis terhadap jamur Aspergillus).
Dalam keadaan normal, dinding bronkus terbuat dari beberapa lapisan yang ketebalan dan komposisinya bervariasi pada setiap bagian saluran pernapasan.lapisan dalam (mukosa) dan daerah bawhnya (submukosa) mengandung sel sel yang melindungi saluran pernapasan dan paru paru dari zat zat yang berbahaya. Sel sel ini terdiri dari :
# sel penghasil lendir
# sel bersilia, yang memiliki rambut getar untuk membantu menyapu partikel partikel dan lendir kebagian atas atau keluar dari saluran pernapasan.
# sel sel lain yang berperan dalam kekebalan dan sistem pertahanantubuh, yakni melawan organisme dan zat zat berbahaya lainnya.
Sedangkan struktur saluran pernapasan dibentuk oleh serat elastis, otot, dan lapisan tulang rawan (kartilago), yang memungkinkan diameter saluran pernapasan berubah sesuai kebutuhan. Pembuluh darah dan jaringan limfoid berfungsi sebagai pemberi zat makanan dan sistem pertahanan untuk dinding bronkus.
Pada bronkiektasis, daerah dinding bronkus rusak dan mengalami peradangan kronis, dimana sel bersilia rusak dan pembentuk lendir mebingkat. Elastisitas dinding bronkusyang normal juga hilang. Bagian yang terkena melebar dan menjadi lembek sehingga membentuk kantong yang menyerupai balon kecil. Penambahan lendir menyebabkan kuman berkembang biak, yang sering menyebabkan penyumbatan pada bronkus dan memicu penumpukan sekresi yang terinfeksi kemudian merusak dinding bronkus.
Peradangan dapat meluas ke kantong udara kecil (alveoli) dan menyebabkan bronkopneumonia, pembentukan jaringan parut, dan hilangnya fungsi jaringan paru. Pada kasus yang berat, jaringan parut dan hilangnya pembuluh darah paru paru dapat berimbas kejantung. Peradangan dan peningkatan pembuluh darah pada dinding bronkud juga dapat menyebabkan batuk darah. Penyumbatan pada saluran pernapasan yang rusak dapat mebyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.
Penyebab
Beberapa penyebab bronkiektasis :
1. Infeksi pernapasan
# virus: campak, flu
# pertusis
# infeksi adenovirus
# infeksi bakteri, contohnya klebsiella, stapbylococcus, atau pseudomonas
# TBC
# infeksi jamur
# infeksi mikoplasma
2. Penyumbatan bronkus
# benda asing
# pembesaran kelenjar getah bening
# tumor paru
# sumbatan oleh lendir
3. Cedera polusi/ aspirasi
# cedera karena asap, gas, atau partikel beracun
# menghirup getah lambung dan partikel makanan
4. Keadaan genetik
# fibrosis kistik
# diskinesia silia, termasuk sindrom kartagener
# kekurangan alfa-1-antitripsin
5. Kelainan imunologik
# sindrom kekurangan imunoglobulin
# disfungsi sel darah putih
# kekurangan komplemen
# kelainan outoimun atau hiperimun tertentu seperti rematoid artritis, kolitis ulserativa
6.  Kradaan lainnya
# Penyalah gunaan obat (misalnya heroin)
# infeksi HIV
Gejala
Beberapa gejala yang bisa tampak pada bronkiektasis :
# batuk menahun dengan bayak dahak yang berbau busuk atau mengandung darah
# batuk semakin berat jika penderita berbaring dalam posisi miring
# sesak napas memburuk jika penderita beraktivitas
# berat badan turun
# kelelahan, pucat
# clubbingfingers (jari jari tangan menyerupai tubuh genderang)
# wheezing (bunyi napas mengi/ bengek)
# warna kulit kebiruan (sianosis)
# bau mulut
Diagnosis
Pada pemeriksaan fisik pada menggunakan stetoskop, biasanya di paru paru bagian bawah akan terdengar suara rongki (bunyi napas kasar, seperti air mendidih)
Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan :
# rontgen dada
# CT Scan dada
# biakan dahak / sputum
# hitung jenis darah
# pemeriksaan fibrosis Kistik lainnya
# analisa serum imunoglobulin
# serum presipitin (pemeriksaan untuk antibodi jamur, Aspergillus)
# Tes PPD untuk infeksi TBC
Pengobatan
Tujuan pengobatan adalah untuk mengatasi infeksi dan mengendalikan pembentukan dahak, membebaskan penyumbatan saluran pernapasan,  serta mencegah komplikasi. Bronko dilatir diberikan untuk mengatasi kontraksi bronkus dan memperbaiki drainase sekret. Alat pelembab dan nebulizer dapat digunakan untuk melembabkan sekret-cairan.
Drainase postural yang dilakukan secara teratur setiap hari merupakan bagian dari pengobatan untuk membuang dahak. Seorang tetapis pernapasan bisa mengajarka cara melakukan drainase postural dan batuk yang efektif. Untuk mengatasi infeksi seringkali diberikan antibiotik, bronkodilator, dan ekspektoran. Selain itu, pengangkatan paru melalui pembedahan dapat dilakukan pada penderita yang tidak merespons pemberian obat atau penderita yang mengalami pendarah hebat.
Pencegahan
# imunisasi campak dan pertusis pada masa kanak kanak membantu menurunkan angka kejadian bronkiektasis.
# faksin influenza berkala membantu mencegah kerusakan bronkus oleh birus flu
# vaksin pneumokokus membantu mencegah komplikasi berat dari pneumonia pneumokokus
# berikan antibiotik sedini mungkin saat infeksi sehingga dapat mencegah terjadinya bronkiektasis atau memburuknya penyakit.
# pengobatan dengan immunoglobulin pada sindroma kekurang immunoglobulin mencegah infeksi berulang yang telah mengalami komplikas.
# penggunaan anti peradangan yang tepat (seperti kortikosteroid), terutama peda penderita bronkopneumonia alergika aspergilosis, bisa mencegah kerusakan bronkus yang akan menyebabkan terjadinya bronkiektasis.
# menghindari udara yang terpolusi, adap (termasuk asap rokok), dan serbuk yang berbahaya (seperti bedak atau silica).
# mencegah masuknya benda asing kesaluran pernapasan
# jangan menggunakan tetes minyak atau mineral untuk mulut atau hidung menjelang tidur karena dapar masuk kedalam paru.
# bronkoskopi dapat digunakan untuk menemukan dan mengobati penyumbatan bronkus sebelum timbulnya kerusakan yang berat.

penyakit abses paru




<![endif]-->



Abses paru

            Abses paru adalah keadaan yang menandakan terbentuknya rongga berisi nanah yang terdiri dari sel-sel atau jaringan paru-paru yang mati dan cairan akibat infeksi bakteri pada paru.


Penyebab abses paru

            Abses paru umumnya muncul sebagai komplikasi dari pneumonia aspirasi akibat bakteri anaerob dimulut. Penderita abses paru biasanya memiliki masalah dengan jaringan disekitar gigi ( periodontal ) bakteri bakteri yang berasal dari celah gusi sampai keseluruh napas bawah dan menimbulkan enfeksi. Infeksi ini dapat terjadi jika sistem pertahanan tubuh sedang menurun. Hal ini dapat terjadi pada :
=        Orang-orang yang sedang dalam kedaan tidak sadar atau sangat mengantuk karena pengaruh obat bius, penenang, atau mabuk alkohol.
=        Penderita penyakit sistem saraf. Jika bakteri tersebut tidak dapat dimusnahkan oleh mekanisme pertahanan tubuh, maka akan terjadi pneumonia aspirasi dan dalam kurun waktu 7-14 hari kemudian akan berkembang menjadi kematian jaringan ( nekrosis ), yang berakhir dengan pembentukan nanah  (abses).
=        Penderita bakteri pasif ( bakteremia ) atau endokarditis katup trikuspadalis, akibat embolik septik pada paru-paru.

Pada 89% kasus, penyebab penyakit abses paru adalah bakteri aneorob. Yang paling sering adalah peptostreptococcus , bacteroides, fosobacterium, dan microaeropbilic streptococcus. Namun bakteri gram negatif serta bakteri lain seperti stapbylococcus pneumoniae, klebsiella pneumoniae, haemophilus influenza, spesies actinomyses dan nocardia, juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini. Adapula penyebab nonbakteri yang bisa menyebab abses paru, antara lain parasit ( paragonimus, entamoeba ) dan jamur ( aspergillus, cryptococcus, histoplasma, blastomyces, coccidioides, mycobacteria ).

Gejala Abses paru

            Gejala awal menyerupai pneumonia, yaitu kelelahan, nafsumakan hilang, berat badan menurun, berkeringan, demam, serta batuk berdahak yang terkadang mengandung darah. Dahak sering kali berbau busuk karena bakteri dari mulut atau kerongkongan cenderung menghasilkan bau busuk. Ketika bernapas, penderita juga bisa merasakan nyeri dada, terutama jika telah terjadi peradangan pada selaput paru ( pliura )

Diagnosis Abses paru

            Diangnosis abses paru tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan gejala klinis atau pemeriksaan fisik saja. Didiga abses paru dengan gejala yang mirip pneumonia terjadi pada keadaan keadaan berikut :
·        Kelainan sistem saraf
·        Penyalahgunaan alkohol atau obat lainnya
·        Penurunan kesadaran karena berbagai sebab
Pemeriksaan sinar- X atau rotgen dada seringa kali bisa menunjukkan keberadaan abses paru yang tampak sebagai rongga dengan bentuk tidak beraturan dan didalamnya tampak perbatasan udara serta cairan nanah. Abses paru akibat aspirasi paling sering menyerang segmen paru lobus belakang ( posterior ) atau segmen superior paru lobus bawah. Ketebalan dinding abses paru bervariasi, bisa tipis atau tebal, batasnya bisa jelas, bisa juga samar-samar. Selain itu, dinding terkadang licin namum bisa pula kasar. Gambarang yang lebih jelas bisa terlihat pada CT-Scan.
            Untuuk dapat  membantu menentukan organisme penyebab terjadinya abses, biakan dahak dari paru-paru dapat digunakan.


Pengobatan Abses paru

abses paru diobati engan antibiotik, baik intravena ( melalui pembuluh darah ) maupun per-oral  ( melalui mulut ). Pengobatan ini dilanjutkan hingga gejalanya hilang dan rontgen dada menunjukkan bahwa abses sudah hilang. Untuk pencapaian perbaikan seperti ini, biasanya antibiotik diberikan sealama 4-6 minggu. Pada rongga berukuran besar ( diameter lebih dari 6 cm ) biasanya perlu dilakukan terapi jangka panjang lebih dari 6 minggu.
            Perbaikan klinis, yaitumenurunkan panas tubuh, biasanya terjadi dalam kurun waktu 7-10 hari pemberian antibiotik panas tidak juga turun, berarti telah terjadi kegagalan terapi dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut untuk menetukan penyebab kegagalan tersebut.
            Hal-hal yang perlu di pertimbangkan pada penderita yang responnya terhadap pemberian antibiotik buruk adalah menyumbat saluran pernapasan (bronkial) oleh benda asing atau tumor, atau telah terjadi infeksi bakteri, mikro bakteri maupun jamur yang resisten terhadap antibiotika yang diberikan.
            Pada abses paru tanpa komplikasi sangat jarang dilakukan pembedahan biasanya adalahkegagalan terhadap terapi medis, kecurigaan adanya tumor atau kelainan batuk paru-paru bawaan. Prosedur yang dapat dilakukan untuk mengangkat lobus paru adalah lobektomi atau  pneumonektomi.

penyakit asma dan cara melakukan fisioterapi asma








Pengertian Asma 


        Asma adalah penyakit kronis atau jangka panjang yang timbul pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan sehingga menimbulkan sesak. Gejala lain selain sesak pada penderita penyakit asma antara lain nyeri dada, batuk-batuk, dan megi. Asma bisa saja terjadi di berbagai usia, tua ataupun muda.

Beberapa pemicu penyakit asma antara lain seperti asap rokok, debu, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, dan juga terpapar zat kimia.

Untuk penderita asma, saluran pernapasannya sangat sensitif  kalu dibandingkan dengan orang yang tidak menderita penyakit tersebut. Pada saat peru-paru teriritasi oleh salah satu pemicu yang tersebut diatas maka otot saluran pernapasan penderita asma akan menjadi kaku dan membuat saluran pernapasan tersebut menyempit, selain itu akan terjadinya peningkatan dahak yang akan menjadikan penderita semakin sulit untuk melakukan bernapas.



Diagnosis asma

        Untuk mengetahui, apakah pasian menderita penyakit asma, maka harus menjalani tes terlebih dahulu. Namun sebelum melakukan tes biasanya petugas kesehatan terlebih dahulu menyakan sejumlah pertanyaan kepada pasien, atau juga sering desebut dengan data subjective. Dan apabila dari hasil pertannyaan tersebut mengarah ke penyakit asma, maka petugas kesehatan mengambil langkah selanjutnya yaitu pemeriksaan langsung ketubuh pasien, atau sering juga disebut data objective. Yang dites antaralain :
1.   spirometri
2.   Tes Arus Puncak Ekspirasi (APE)
3.      uji provokasi bronkus
4.      pengukuran status elergi
5.      CT Scan
6.      Rontgen

Apabila seseorang terdiagnosis penyakit mengindap penyakit asma sejak kanak-kanak, gejalanya akan hilang pada saat dia usia remaja dan kemungkinan akan muncul lagi pada saat usianya lebih dewasa. Namun asma bisa saja muncul kapanpun tadak harus hanya pada masa kanak-kanak.


Fisioterapi dada

        Fisioterapi dada atau fisioterapi pernapasan itu berfungsi untuk mengeluarkan dahak yang melengket disaluran pernapasan, manfaatnya agar sipasien dapat bernapas lebihnyaman dikarenakan dahak dalam saluran pencernaanya sudah dikeluarkan.

Pesiapan fisioterapi dada
1.    Sebelumnya, anak sudah banyak minum air putih.
2.   Pakaian yang dikenakan harus longgar.
3.   Ruangan yang dipakai tidak banyak berdebu, tidak lembap, ventilasi udara baik.
4.   Tersedia perlengkapan yang dibutuhkan:
  - bantal
  - tempat tidur dan kursi
  - alat nebulizer  2.3 Tahapan Fisioterapi


INHALASI

Inhalasi adalah pengobatan dengan cara memberikan obat dalam bentuk uap kepada si sakit langsung melalui alat pernapasannya (hidung ke paru-paru). Alat terapi inhalasi bermacam-macam. Salah satunya yang efektif bagi anak adalah alat terapi dengan kompresor (jet nebulizer). Cara penggunaannya cukup praktis yaitu anak diminta menghirup uap yang dikeluarkan nebulizer dengan menggunakan masker. Obat-obatan yang dimasukkan ke dalam nebulizer bertujuan melegakan pernapasan atau menghancurkan lendir. Semua penggunaan obat harus selalu dalam pengawasan dokter. Dosis obat pada terapi inhalasi jelas lebih sedikit tapi lebih efektif ketimbang obat oral/obat minum seperti tablet atau sirup. Ya, karena dengan inhalasi obat langsung mencapai sasaran. Bila tujuannya untuk mengencerkan lendir/sekret di paru-paru, obat itu akan langsung menuju ke sana.

PENGATURAN POSISI TUBUH

Tahapan ini disebut juga dengan postural drainage, yakni pengaturan posisi tubuh untuk membantu mengalirkan lendir yang terkumpul di suatu area ke arah cabang bronkhus utama (saluran napas utama) sehingga lendir bisa dikeluarkan dengan cara dibatukkan. Untuk itu, orang tua mesti mengetahui di mana letak lendir berkumpul. Caranya:
* Taruh tangan di bagian dada atau punggung penderita.
* Minta penderita menarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan melalui mulut secara perlahan.
* Dekatkan telinga kita ke tubuhnya dan dengarkan asal bunyi lendir. Biasanya lendir yang mengumpul akan menimbulkan suara. Atau, rasakan getarannya.
* Setelah letak lendir berhasil ditemukan, atur posisi penderita.

- Bila lendir berada di paru-paru bawah maka letak kepala harus lebih rendah dari dada agar lendir mengalir ke arah bronkhus utama. Posisi anak dalam keadaan tengkurap.
 - Kalau posisi lendir di paru-paru bagian atas maka kepala harus lebih tinggi agar lendir mengalir ke cabang utama. Posisi anak dalam keadaan telentang.
- Kalau lendir di bagian paru-paru samping/lateral, maka posisikan anak dengan miring ke samping, tangan lurus ke atas kepala dan kaki seperti memeluk guling.

PEMUKULAN/PERKUSI

Teknik pemukulan ritmik dilakukan dengan telapak tangan yang melekuk pada dinding dada atau punggung. Tujuannya melepaskan lendir atau sekret-sekret yang menempel pada dinding pernapasan dan memudahkannya mengalir ke tenggorok. Hal ini akan lebih mempermudah penderita mengeluarkan lendirnya. Caranya:
* Lakukan postural drainage. Bila posisinya telentang, tepuk-tepuk (dengan posisi tangan melekuk) bagian dada sekitar 3-5 menit. Menepuk bayi cukup dilakukan dengan menggunakan 3 jari.
* Dalam posisi tengkurap, tepuk-tepuk daerah punggungnya sekitar 3-5 menit.
* Dalam posisi miring, tepuk-tepuk daerah tubuh bagian sampingnya. Setelah itu lakukan vibrasi (memberikan getaran) pada rongga dada dengan menggunakan tangan (gerakannya seperti mengguncang lembut saat membangunkan anak dari tidur). Lakukan sekitar 4-5 kali.

LATIHAN BATUK

Batuk merupakan cara efektif dan efisien untuk mengeluarkan lendir di saluran pernapasan. Agar batuk jadi efektif maka perlu diberikan latihan batuk. Namun latihan ini hanya bisa dilakukan pada penderita yang sudah bisa diajak sedikit bekerja sama (kooperatif) atau mulai di usia batita. Untuk bayi, teknik batuk pada fisioterapi di rumah biasanya ditiadakan. Bayi biasanya mengeluarkan lendir dengan cara memuntahkannya. Adapun latihan batuk yang bisa dilakukan adalah: Anak duduk dengan agak membungkuk. Minta ia menarik napas dalam-dalam lalu tahan dan kontraksikan otot perut. Tiup napas lebih kuat dan batukkan.


LATIHAN PERNAPASAN (Breathing exercise)

Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asama. (Breathing Exercise) berbeda dengan gimnastik respirasi, meskipun didalamnya terdapat latihan-latihan yang bertujuan memperbaiki kelenturan rongga dada serta diafragma. Tujuan utamanya pada penderita asma adalah untuk melakukan pernapasan yang benar (efisien). Pada penderita asma, latihan pernapasan selain ditujukan untuk memperbaiki fungsi alat pernapasan, juga bertujuan melatih penderita untuk mengatur pernapasan jika terasa akan datang serangan, ataupun sewaktu serangan asma. Latihan pernapasan utama bagi penderita asma adalah latihan nafas perut atau diafragma. Kekhususan di dalam latihan yakni waktu mengeluarkan nafas dikerjakan secara aktif. Sedangkan sewaktu menarik napas, lebih banyak secara pasif. Mengeluarkan nafas melalui mulut yang mencucu seperti sewaktu meniup lilin atau bersiul, pelan-pelan, dengan mengkempiskan dinding perut. Sewaktu inspirasi, dinding perut relaks (pasif) dan udara masuk ke paru-paru melalui hidung. Latihan ini dilakukan untuk memperbaiki dan menormalkan kembali pola pernapasan serta membantu mengeluarkan lendir. Latihan ini bisa dilakukan pada anak yang kooperatif, sekitar usia 3 tahun ke atas. Sebetulnya, yang paling banyak digunakan dalam latihan ini adalah otot-otot dada bagian bawah atau diafragma. Latihan pernapasan pada anak dapat dilakukan dengan menggunakan mainan semisal boneka. Berikut caranya: Anak dalam posisi telentang. Taruh mainan boneka di atas perutnya Minta anak untuk menarik napas sehingga boneka tersebut bergerak naik. Kemudian tiupkan udara lewat mulut sehingga bonekanya bergerak turun. Lakukan sebanyak 4-8 kali. Bila lendir anak banyak, cara ini akan membuatnya terbatuk-batuk. Tidak apa-apa, batuk berguna untuk mengeluarkan lendir. 

RELAKSASI

Khusus bagi penderita asma, maka perlu pula diajarkan cara-cara relaksasi untuk meredakan rasa sesaknya. Posisi tersebut antara lain: Bila dalam keadaan berdiri, posisi relaksasi yang disarankan yaitu tubuh bersandar ke dinding belakang atau bertumpu ke depan dan kepala condong ke depan sehingga napasnya tidak terengah-engah dan otot diafragmanya lebih banyak berfungsi. Bila dalam posisi duduk, taruh bantal di perutnya kemudian minta ia memeluk bantal itu dengan posisi seperti bersujud. Adanya gaya berat ini dapat membantu pernapasannya. Latihan relaksasi pada penderita asma bertujuan mencapai kondisi relaks baik sewaktu ada serangan maupun diluar serangan. Yang ingin dicapai, penderita secara spontan dapat relaksasi, baik pada otot-otot pernapasannya maupun mentalnya, pada saat serangan terasa akan datang atau sedang dalam serangan. Pencegahan Asma Upaya pencegahan asma pada anak dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pada anak yang asmanya belum bermanifestasi dan yang telah bermanifestasi. Tindakan pencegahan pada anak yang belum bermanifestasi : Mencegah terjadinya sesitisasi pada anak ; walau faktor genetic merupakan faktor penting, tetapi manifestasinya dipengaruhi faktor lingkungan. Penghindaraan terhadap makanan-makanan yang mempunyai tingkat alerginitis tinggi baik pada ibu hamil dan yang menyusui maupun sang anak. Orang tua, terutama ibu dianjurkan tidak merokok. Pencegahan terjadinya infeksi saluran nafas dan akibatnya. Pemberian asi eksklusif akan memberikan kekebalan dan efek imunologis pada anak. Menghindarkan faktor pencetus ; alergan makanan, inhalan, bahan iritan, infeksi virus/bakterial, hindari latihan fisik yang berat, perubahan cuaca dan emosi sebagai faktor pencetus. Penggunaan obat-obatan, untuk mengatasi serangan asma Semua serangan penyakit asma harus dicegah. Serangan penyakit asma dapat dicegah jika faktor pemicunya diketahui dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olah raga bisa dihindari dengan meminum obat sebelum melakukan olah raga. Ada usaha-usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah datangnya serangan penyakit asma, antara lain : Menjaga kesehatan Menjaga kebersihan lingkungan Menghindarkan faktor pencetus serangan penyakit asma Menggunakan obat-obat antipenyakit asma