pedoman menuju gizi seimbang (penuntun diet edisi baru)

untuk mencapai sertaa memelihara kesehatan dan status gizi optimal, tubuh perlu mengkonsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat zat gizi yang seimbang. bila tubuh dapat mencerna, mengabsorfasi dan memetabolisme zat-zat gizi tersebut secara baik, maka akan tercapai keadaan gizi seimbang. tetapi dalam keadaan sakit, melalui modifikasi diet diupayakan agar gizi simbang tetap bisa dicapai.

1. PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG (PUGS)
pedoman umum gizi seimbang (PUGS) adalah pedoman dasar tentang gizi seimang yang disusun sebagai penuntun pada perilaku konsumsi makanan dimasyarakat secara baik daan benar. PUGS digambarkan dalam bentuk logo berbentuk kerucut.



dalam logo diatas, bahan makanan dikelompokkan berdasarkan tiga fungsi utama zat gizi, yaitu:
1). sumber energi atau tenaga, yaitu padi padian atauserealia seperti beras, jagung, dan gandum; sagu; umbi-umbian seperti ubu, singkong, dan talas; serta hasil olahannya seperti tepung tepungan, mi, roti, makaroni, havermout, dan bihun.
2). sumber protein yaitu sumber protein hewani, seperti daging,ayam, telur, susu, dan keju; serta sumber protein nabati seperyi kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo; serta hasil olahannya seperti tempe, tahu, susu kedelai dan ancom.
3). sumber zat pengatur berupa sayuran dan buah. sayuran diutamakan yang berwarna hijau dan kuning jingga,seperti bayang, daun singkong, daun katuk,kangkung, wortel, dan tomat; serta sayur kacang kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kecipir. buah buahan yang diutamakan kuning jingga, kaya serat dan yang berasa asam, seperti pepaya, mangga, nanas, nangka masak, jmbu biji, apel, sirsak, dan jeruk.

penempatan kelompok bahan makanan dalam kerucut berdasarkan jumlah yang digunakan dalam menu sehari-hari. kelompok bahan makanan sebagai sumber zat pengatur di tengah kerucut, sedangkan kelompok bahan makanan sumber protein dibagian atas kerucut, karena relatif paling sedikit dimakan setiap hari.
selain bahan makanan yang dikemukakan diatas, menu sehari-hari juga menggunakan sumber lemak murni, seperti minyak gireng, margarin, mentega, serta sumber karbohidrat murni, seperti gula pasir, gula merah, madu, dan sirop.
PUGS manganjurkan agar 60-75% kebutuhan energi diperoleh dari karbohidrat ( terutama karbohidrat kompleks), 10-15% dari protein, dan 10-25% dari lemak.

2. ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN (AKG)
angka kecukupan gizi (AKG) atau recommended dietary allowances (RDA) adalah tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hampir semua orang sehat disuatu negara. AKG untuk indonesia didasarkan atas patokan berat badan untuk masing masing kelompok menurut umur, gander, dan aktivitas fisik yang ditetapkan secara berkala melaui survei penduduk. disamping itu, AKG disusun pula untuk kondisi khusus, yaitu bagi ibu hamil dam menyusui, AKG digunakan sebagi standar untuk mencapai status gizi optimal bagi penduduk dalam hal penyediaan pangan secara nasional dan regional serta penilaian kecukupan gizi penduduk golongan masyarakat tertentu yang diperoleh dari konsumsi makanannya.

AKG berbeda dengan angka kebutuhan gizi (dietary requirements) angka kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi yang dibutuhkan seseorang ( individu) untuk mencapai dan mempertahankan status gizi adekuat, sedangkan AKG (angka kecukupan gizi) adalah angka kecukupan gizi untuk rata rata penduduk.

selain kebutuhan gizi menurut umur, gender, aktivitas fisik, dan kondidi khisus, dalam keadan sakit, penerapan kebutuhan gizi harus memperhatikan perubahan kebutuhan karena infeksi, gangguan metabolik, penyakit kronik, dan kondisi abnormal lainnya. dalam hal ini perlu dilakukan perhitungan kebutuhan gizi secara khusus dan penerapannya dalam bentuk modifikasi diet atau diet khusus.

3. PENJABARAN ANGKA KECUKUPAN GIZI KEDALAM SUSUNA MAKANAN SEHARI
angka kebutuhan gizi rata-rata seseoarang dalam sehari dijabarkan kedalam susunan maknan rata-rata sehari untuk tiap kelompok umur dan gender.

sebagai contoh rata rata anjuran makanansehari untuk laki laki berumur 20-45 tahun dengan ebrat badan 62 kg adalah sebagai berikut:
nasi                                 7 1/2 gelas atau luma piring                               (@140 gram/ 200 gram)
daging                             2 potong                                                          (@50 gram)
tempe                             3 potong                                                           (@ 50 gram)
sayur                               1 1/2 mangkok                                                 (@ 100 gram)
buah                                2 potong                                                          (@100 gram)
minyak                            2 1/2 sdm                                                         (@ 10 gram)
gula pasir                        3 1/2 sdm                                                          (@ 10 gram)

4. DAFTAR BAHAN MAKANAN PENUKAR
untuk memudahkan penyusunan menu sehari-hari yang bervariasi dan bergizi dapat digunakan daftar bahan makanan penukar (DBMP). daftar bahan makanan penukar ini dapat digunakan dalam keadaan sehat maupun sakit. ada dua jenis daftar bahan makanan penukar yaitu daftar bahan makanan penukar I dan II

4.2 daftar bahan makanan penukar I
daftar bahan makanan penukar I membagi makanan kedalam 8 golongan, yaitu:

I. bahan makanan sember karbohidrat
II. bahan makanan sumber protein hewani
III. bahan makanan sumber protein nabati
IV. sayuran
V. buah-buahan
VI. susu
VII. minyak
VIII. gula

tiap golongan bahan makanan disusun menurut jumlah zat gizinya yang serta atau ekivalen dengan enegi, karbohidrat, lemak, dan protein (dinamakan satuan penukar). bahan makanan dalam jumlah tersebut dapat saling dituka. memuat bahan makanan tiap golongan yang digunakan sebagai acuan, satuan penukar (dalam ukuran rumah tangga dan gram) serta nilai energi, karbohidrat, lemak, dan proteinnya.

rincian bahan makanan tiap golongan bahan makan penukar dalam jumlah yang bernilai gizi sama dan dapat saling menukar .

Golongan
ukuran
energi
karbohidrat
lemak
protein
Acuan bahan makanan
Urt*)
g
kkal
g
g
g
I.sumber karbohidrat
¾ gls
100
175
40
-
4
II.sumber protein hewani daging sapi
1 ptg
50
95
-
6
10
III.sumber protein nabati tempe
2 ptg
50
80
8
3
6
IV.sayuran, sayur campur
1 gls
100
50
10
-
3
V.buah-buahan, pepaya
1 ptg
100
40
10
-
-
VI.susu, susu sapi segar
1 gls
200
130
9
7
7
VII.minyak, minyak goreng
½ sdm
5
45
-
5
-
VIII.gula, gula pasir
1 sdm
10
40
10
-
-



*)urt = ukuran rumah tangga

ket.
1 gelas (gls) nasi = 140 gram nasi =70 gram beras
1 potong(ptg) daging = ukuran 6x5x2 cm
1 potong (ptg) tempe = ukuran 4x6x1 cm
1 gelas (gls) sayuran telah direbus dan ditiris = 100 gram sayuran mentah
1 potong ( ptg) pepaya = ukuran 5x15 cm
1 sendok makan (sdm) minyak goreng =10 gram
1 sendok makan (sdm) gula pasir = 10 gram

4.2 daftar bahan makanan penukar II
daftar bahan makanan penukar II mengolompokkan bahan makanan secara lebih rinci, yang dimaksut untuk penyusunan diet yang memerlukan perhitungan lebih teliti dalam hal kandungan energi, karbohidrat, dan lemak, seperti pada penyakit diabetes melitus dan dislipidemia.

bahan makanan dikelompokkan mendi 9 golongan, 8 golongan pertama sama seperti pada daftar bahan makanan penukar I , sedangkan golongan kesembilan adalah makanan tanpa energi. golongan II,IV,VI,VII dibagi dalam beberapa sub kelompok sebagai berikut:

II. bahan makanan sumber protein hewani
a. lemak rendah
b. lemak sedang
c. lemak tinggi

IV. sayuran
a. golongan A
b. golongan B
c. golongan C

VI. susu
a. tanpa lemak
b. lemak rendah
c. lemak tinggi

VII. minyak
a. lemak tidak jenuh
b. lemak jenuh



5. CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN GIZI DALAM KEADAAN SEHAT
penentuan kebutuhan gizi seseorang dalam keadaan sehat dilakukan berdasarkan umur, gender, aktivitas fisik, serta kondisi khusus, yaitu ibu hamil dan menyusui.

5.1 energi
komponen utama yang menentukan kebutuhan energi adalah angka metabolisme basal (AMB) atau basal metabolic rate (BMR) dan aktivitas fisik. komponen lain adalah pengaruh termis makanan atau specific dinamic action of food (SDA). karena jumlahnya relatif kecil, komponen SDA dapat diabaikan.

golongan
ukuraan
energi
Karbo-hidrat
lemak
protein
Acuan bahan makanan
Urt*)
g
kkal
g
g
g
I.Sumber karbohidrat
a.       nasi

¾ gls

100

175

40

-

4
II.sumber protein hewani
a.       lemak rendah ikan
b.      lemak sedang daging sapi
c.       lemak tinggi ayam dengn kulit


1 ptg sdg
1 ptg sdg
1 ptg sdg


40

35

35


50

75

150


-

-

-


2

5

7


7

7

7
III.sumber protein nabati
a.       tempe


2 ptg


50


75


7


3


5
IV.sayuran
a.       sayuran A tomat
b.      sayuran B bayam
c.       sayuran C daun singkong

-

1 gls

1 gls

-

100

100

-

25

50

-

5

10

-

-

-

-

1

3
V.buah-buahan
        a.    pepaya

1 ptg

100

50

12

-

-
VI.susu
a.       tanpa lemak tepung susu skim
b.      lemak rendah susu sapi
c.       lemak tinggi tepung susu penuh

4 sdm

1 gls

6 sdm

20


200

30

75


125

150

10


10

10

-


6

10

7


7

7
VII.minyak
a.       lemak tidak jenuh minyak kedelai
b.      lemak jenuh minyak kelapa

1 sdt


1 sdt

5


5

50


50

-


-

5


5

-


-
VIII.gula
a.       gula pasir

1 sdm

10

40

10

-

-
IX.makanan tanpa energi
a.       agar-agar


-


-


-


-


-


-


*) ukuran rumah tangga
ket:
1 gelas (gls) nasi = 140 gram nasi =70 gram beras
1 potong(ptg) daging = ukuran 6x5x2 cm
1 potong (ptg) tempe = ukuran 4x6x1 cm
1 gelas (gls) sayuran telah direbus dan ditiris = 100 gram sayuran mentah
1 potong ( ptg) pepaya = ukuran 5x15 cm
1 sendok makan (sdm) minyak goreng =10 gram
1 sendok makan (sdm) gula pasir = 10 gram

cara menentukan AMB

AMB dipengaruhi oleh umur, gender, berat badan, dan tinggu badan, ada beberapa cara menetukan AMB, yaitu:

(1) menggunakan rumus harris benedict (1919)
       laki-laki    = 66 + (13,7xBB) + (5XTB) - (6,8XU)
       perempuan=655 + (9,6xBB) + (1,8XTB) - (4,7XU)
keterangan :     BB = berat badan dalam kg
                       TB =  tinggi badan dalam cm
                        U =   umur dalam tahaun

5.2 protein,lemak dan karbohidrat

cara menentukan kebutuhan protein, lemak, dan karbohidrat menurut WHO adalah sebagai berikut:


  • protein : 10-5% dari kebutuhan energi total. bila kebutuhan energi dalam sehari adalah 2450 kkal, energi yang berasal dari protein hendaknya sebesar 245-368 kkal atau 61-92 g protein
  • lemak 10-25% dari kebutuhan energi total. bila kebutuhan energi dalam sehari adalah 2450 kkal, energi yang berasal dari lemak hendaknya sebesar 245-613 kkal atau 27-68 g lemak.
  • karbohidrat : 60-75% dari kebutuhan energi total. atau sisa dari kebutuhan energi yang telah dikurangi dengan energi yang berasal dari protein dan lemak. bila kebutuhan nenrgi dalam sehari adalah sebesar 2450 kkal, maka energi yang berasal dari karbohidrat hendaaknya sebesar 1470-1838 kkal atau 368-460 g karbohidrat.
 5.3 vitamin dan mineral
kebutuhan vitamin dan mineral dapat diambil dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) karena angka angka tersebut diperhitungkan untuk sebagian besr penduduk (rata-rata - 2 SD) tetapi, karena sebagian besar vitamin dn mineral rusak selama penyimpanan dan pengolahan makanan, maka sebaiknya kebutuhan ditetapkan lebuh besar dari pada AKG.

6. CARA MENENTUKAN KEBUTUHAN GIZI DALAM KEADAAN SAKIT
kebutuhan gizi dalam keadan sakit, selain tergantung pada faktor-faktor yang memoengaruhi dalam keadaan sehat juga mempengaruhi oleh jenis dan berat ringannya penyakit.

6.1 energi
kebutuhan energi dalam keadaan sakit, sesuai dengan jenis dan beraatnya penyaakit, cara menentukan kebutuhan energi orang sakit dapat dilakukan dengan  cara :
(1) menghitung kebutuhan nergi menurut kg bert badan (kkal/kg/hari) tabel dibawah menunjukkan kebutuhan nergi/kg BB rata-rata/orang dewasa yang dikembangkan dari angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan bagi pasien yang tidak mengalami stres.

kategori dan umur (tahun)
Berat badan (kg)
Tinggi badan (cm)
Energi total (kkal)
Energi/ kg BB (kkal)
Laki-laki
20-45
46-59
>  60

62
62
62

165
165
165

2800
2500
2200

45
40
35
perempuaan
20-45
46-59
>  60

54
54
54

156
156
156

2200
2100
1850

40
39
34
(2) menurut persenkenaikan angka kebutuhan diatas angka metabolisme basal (AMB), yaitu dengan mengalikan AMB dengan faktor aktivitas dan faktor trauma/stres lihat pada tabel dibawah.

no
aktivitas
faktor
no
Jenis trauma/stres
faktor
1.


2.
Istirahat ditempat tidur
Tidak terikat ditempat tidur
1,2


1,3
1.


2.




3.



4


5.




6.
Tidak ada stres, pasien dalam keadaan gizi baik
Stres ringan: peradangan saluraan cerna, kanker, bedah elektif, trauma kerangka moderat.
Stres sedang : sepsis, bedah tulang,luka bakar, trauma kerangka mayor.
Stres berat: trauma multipel, sepsis, dan bedah multi sistem.
Stres sangan berat : luka kepala berat, sindroma penyakit pernapasan akut, luka bakar, dan sepsis.
Luka bakar sangat berat
1,3


1,4



  
1,5


  
1,6

  
1,7




2,1

rumus yang digunakan adalah

Kebutuhan energi = AMB x faktor aktivitas x faktor trauma/stres


6.2 protein
kebutuhan protein normal adalah 10-15% dari kebutuhan energi total, atau 0,8-1,0 g/kg BB. kebutuhan protein minimal untuk mempertahankan kaseimbangan nitrogen adalah 0,4-0,5 g/kg BB. deman, sepsis, operasi, trauma, dan luka dapat meningkatkan katabolisme protein, sehingga meningkatkan kebutuhan protein sampai 1,5-2,0 g/kg BB. sebagian besar protein yang dirawat membutuhkan 1,0-1,5 g protein/kg BB.

6.3 lemak
kebutuhan normal lemak adalah 10-25% dari kebutuhan energi totaal adalah. kebutuhan lemak dalam keadaan sakit bergantung jenis penyakit, yaitu lemak sedang atau lemak rendah. disamping itu, pada penyakit tertentu, misaknya dislipidemia, membutuhkan modifikasi jenis lemak. lemak sedang dapat dinyatakan sebagi 15-20% dari kebutuhan energi total, sedangkan lemak rendah < 10% dari kebutuhan energi totaal . modifikasi jenis lemak dapat dinyatakan sebagai: lemak jenuh <10% dari kebutuhan energi total, lemak tidak jenuh ganda 10% dari kebutuhan energi tital, dan lemak tidaak jenuhtunggal 10-15% dari kebutuhan nergi total.

6.4 karbohidrat
 kebutuhan karbohidrat normal adalah 60-75% dari kebutuhan energi total, atau sisa energi setelah dikurangi energi yang berasal dari pritein dan lemak. selain jumlah, kebutuhan karbohidrat dalam keadaan sakit sering dinyatakan dalam bentuk karbohidrat yang dianjurkan. misalnya penyakit diabetes melitus, dislipidemia, dan konstisipasi membutuhkan serat tinggi (30-50 g/hari), sedangkan diare membutuhkan serat rendah (<10 g/hari). tidak dianjurkan pengguanaan gula  sederhana untuk penderita diabetes melitus dan dislipidemia dengan trigliserida darah tinggi.

6.5 mineral dan vitamin
kenutuhan mineral dan vitamin dapat diambil dari angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan. disamping itu, dipertimbangkan sifat penyakit, simpanan dalam tubuh, kehilangan melalui urin, kulit atau saluran cerna, dan interaksi denga obat-obatan. untuk menjamin kebutuhan, dalam keadaan tertentu, vitamin dan mineral perlu ditambahkan dalam bentuk sumplemen.

6.6 cairan
orang sehat membutuhkan sebanyak 1800-2500 ml atau 7-10 gelas air sehari. upaya penyembuhan membutuhkan hidrasi jaringan yang cukup. tambahan cairan diperlukan untuk mengganti kehilangn cairan karena keringat berlebihan, muntah-muntah, diare, atau keadaan lain menyebabkan kehilangan cairan secara berlebihan. bila asupan cairan tidak cukup melalui konsumsi maknan dan minuman, perlu dipertimbangkan pemberian cairan parenteral biasanya disertai elektrolit.

download powerpoin SISTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS gratis (LUPUS)

assalamualaikum..wr...wb..

pada kesempatan kali ini admin akan membagikan powerpoin tentang SISTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS yang mana power poin ini menjelaskan tentang penyakit lupus,

isi dalam power poin ini mencakup :

1. pengertian
2. etiologi
3. tanda dan gejala
4. terapi non farmakologis
5. terapi farmakologis

dan juga penjelasannya...

berikut adalah tampilan power poinnya yang saya bagikan untuk anda..




jika anda membutuhkan saya akan berikan pada kawan semua, yang link downloadnya saya letakkan di bawah artikel.

semoga saja yang saya bagikan ini bisa jadi sesuatu yang bermanfaat bagi kawan kawan semua.

berikut adalah link downloadnya.




itulah yang saya bagikan pada hari ini. semoga bermanfaat.

wassalam.......

Tuberkulosis Paru (TBC)



tuberkulosis (TB) adalah suatu infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang berbagai organ, terutama paru-paru, dengan gejala yang sangat bervariasi.

PENYEBAB
    penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.

      penting untuk diperhatikan bahwa janin bisa tertular tuberkulosis dari ibunya selama masih dalam kandungan, sebelum, atau selama persalinan berlangsung (karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terinfeksi), atau setelah lahir ( karna menghirup udara yang terkontaminasi oleh percikan ludah yang yang terinfeksi. jika tidak diobati dengan antibiotik atau tidak divaksinansi, maka sekitar 50% bayi yang ibunya merupakan penderita tuberkulosis akan menderita penyakit ini pada tahun pertamanya.

GEJALA
     Gejala yang timbul pada bayi dan anak berupa :

  • demam
  • tampak mengantuk
  • tidak kuat mengisap
  • gangguan pernapasan
  • gagal berkembang (tidak menjadi penambahan berat badan)
  • pembesaran hati dan limpa karena organ ini menyaring bakteri tuberkulosis sehingga menyebabkan aktivasi sel-sel darah putih
sementara itu, gejala tuberkulosis yang timbul pada orang dewasa berupa :

  • batuk lebih dari 4 minggu, dengan atau tanpa dahat (sputum)
  • lemas
  • timbul gejala flu
  • berkeringat pada malam hari
  •  berat badan turun
  • demam ringan
  • nyeri dibagian dada
  • batuk darah


DIGNOSIS
diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

   gambaran gejala klinis TB paru berupa :
  • tahap asimtomatis
  • timbul gejala TB yang khas, kemudian stagnasi dan regresi
  • kakambuhan / feksaserbasi yang memburuk
  • gejala berulang dan menjadi kronis
pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan :
  • terdapat sekret disaluran napas dan ronki
  • tanda-tamda infiltrasi: suara napas yang redup, ronki basah
  • tanda-tanda adanya penarikan paru, diafragma, dan mediastinum dada
pada pemeriksaan laburatorium :

pemeriksaan darah rutin memperlihatkan bahwa laju endap darah/LED normal atau meningkat, serta terjadi limfositosis (limfosit tinggi).

pada foto toraks :
  • terdapat gambaran lesi dibagian atas paru atau segmen apikal lobus bawah
  • gambaran berawan (patcby) atau bercak (nodular) 
  • adanya kavitas tunggal atau ganda
  • adanya pengapuran atau kalsifikasi paru
  • gambaran menetap pada pemeriksaan beberapa minggu kemudian
  • gambaran milier
pemeriksaan dahak (sputum):
pemeriksaan sputum terhadap basil tahan asam (BTA) yang positif memastikan diagnosis TB paru.
namun pemeriksaan ini kurang sensitif karena hanya mendeteksi sekitar 30 hingga 70%

Tes PAP (peroksidase anti peroksidase)
tes ini merupakan uji serologi imunoperoksidase menggunakan alat histogen imunoperoksidase staining untuk menentukan adanya imunoglobulin G (IgG) spesifik terhadap basil TB.

tes tuberkulin / mantoux
1. TB paru
  • BTA mikroskopis langsung (+) atau biakan (+), kelainan foto toraks TB, gejala klinis sesuai TB 
  • BTA mikroskopis langsung atau biakan (-), tetapi kelainan foto toraks dan gejala klinis sesuai TB, dan memberikan respons positif terhadap pengobatan awal TB, 
2. TB paru tersangka
     pemeriksaan BTA negatif atau belum ada, hasil atau proses pemeriksaan belum lengkap tetapi kelainan rontgen dan klinis sesuai dengan TB paru. pengobatan dengan anti-TB sudah dapat dimulai.
3. bekas TB (tidak sakit)
    terdapat riwayat TB dimasa lalu dengan atau tanpa pengobatan, gambaran rotgen norman atau abnornal, tetapi hasil foto serial stabil dan sputum BTA (-). keadaan ini tidak perlu diobati.

Baca juga
PENGOBATAN
   penanganannya dilakukan dengan memberikan obat anti TB (OAT). OAT harus diberikan dalam kombinasi setidaknya dua obat yang bersifat bakterisid dengan atau tanpa obat ketiga.

     adapun OAT yang dapat diberikan :
  • bersifat bakterisid (membunuh kuman) isoniazid (INH), rifampisin (R), pirazinamid (z), streptomisin (s)
  • bersifat bakteriostatik (menghambat perkembangan kuman ):etambutol (E)
selain obat obat tersebut diatas, ada obat TB pilihan kedua yaang terdiri dari:
  • aminoglikosida lain (contoh amikasin, kanamisin)
  • golongan tionamid
  • fluokuinolon
  • slikoserin
  • asam paraamino salisilat (PAS)
PENGOBATAN PADA BAYI DAN WANITA HAMIL
jika seseorang wanita hamil menunjukkan hasil tes yang positif tetapi tanpa gejala dan hasil rotgen dadanya normal, maka akan diberikan isoniazid. namun pengobatan ini biasanya baru deberikan pada trisemester ketiga atau setelah persalinan karena adanya resiko kerusakan hatipada wanita hamil.
   jika seorang wanita hamil menunjukkan adanya gejala, maka dokter akan memberikan OAT isoniazid, pirazinamid, dan rifampisin . selama ibu masih bisa menularkan penyakitnya, bayi  tidak boleh dirawat atau berada didekat ibu. sebagai tindakan pencegahan, maka bayi akan diberikan isoniazid. sementara itu, bayi yang menderita tuberkulosis akan diberikan isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid. jika infeksi sudah sampai ke otak, maka dokter akan memberikan kortikosteroid.

TERAPI PEMBEDAHAN
indikasi mutlak pembedahan :
  • semua pasien yang telah mendapat OAT adekuat tetapi sputum tetap positif
  • pasien batuk darah masif yang tidak dapat diatasi dengan cara konservatif
  • pasien dengan fustala bronkopleura dan empiema yang tidak dapt diatasi dengan cara konservatif
selain itu,ada pula indikasi relatif pembedahan yag berlaku pada :
  • pasien dengan sputum negatif dan batuk darah yang berulang
  • pasien dengan kerusakan 1 paru atau lobus dengan keluhan 
  • sisa kavitas yang menetap


PENCEGAHAN
tes tuberkolosis akan dilakukan secara rutin pada ibu hamil. hasil yang positif sebaiknya diikuti dengan pemeriksaan rotgen dada. tes tuberkulin sering kali dilakukan pada bayi yang ibunya memberikan hasil tes positif.
jika seseorang diduga mederita tuberkulosis, maka akan dilakukan pembiakan cairan serebrospinal, cairan dari saluran pernapasan dan cairan lambung. untuk mengetahui adanya infeksi pada pru-paru, maka akan dilakukan rotgen dada. sementara itu, biopsi hati, kelenjar getah bening, atau paru paru dilakukan untuk memperkuat diagnosis.